Berpotensi Melemah Lanjutan, 6 Maret 2026

Jumat, 06 Mar 2026, 08:58 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan akhir pekan ini. Pe­rang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran masih mempengaruhi pergerakan mata uang Garuda. 

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat pergerakan rupiah hari ini (6/3), masih dibayangi sentimen geopolitik Timur Tengah. Pasar juga menanti data cadangan devisa Indonesia per Februari 2026 dan data ketenagakerjaan Non-Farm Payroll (NFP) AS.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terha­dap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (6/3), bergerak fluktuatif di kisaran 16.850 – 16.950 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perda­gangan di Jakarta, Kamis (5/3), bergerak melemah 13 poin atau 0,08 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.905 rupiah per dollar AS. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi risiko perang terbuka antara AS-Israel dengan Iran.

“Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini dipe­ngaruhi oleh tren peningkatan index dollar yang masih berlanjut terus mendekati 100 masih dipengaruhi risiko perang terbuka AS-Israel dan Iran,” ucapnya di Jakarta.

Mengutip Sputnik, Iran menyatakan tidak berencana melakukan perundingan dengan AS dan akan melanjut­kan permusuhan di antara mereka. Mohammad Mokhber, ajudan mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada Rabu (4/3), menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.