Awal Tahun Menggeliat! Pembiayaan Multifinance Tembus Rp78,16 Triliun di Januari 2026
Jumat, 06 Mar 2026, 17:50 WIBJAKARTA â Penyaluran pembiayaan baru industri multifinance yang mencapai Rp78,16 triliun pada Januari 2026 menunjukkan permintaan pembiayaan masyarakat masih relatif kuat di awal tahun.
Capaian ini mencerminkan peran sektor multifinance sebagai penggerak konsumsi domestik, terutama untuk pembiayaan kendaraan dan kebutuhan produktif.
Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, keberlanjutan pertumbuhan pembiayaan juga menuntut pengelolaan risiko yang lebih hati-hati agar ekspansi kredit tetap sehat dan tidak meningkatkan potensi kredit bermasalah di sektor pembiayaan.
â(Penyaluran tersebut) didominasi pembiayaan multiguna dengan porsi 47,47 persen. Secara nominal, pembiayaan multiguna mencapai Rp37,10 triliun, pembiayaan investasi Rp18,72 triliun, dan pembiayaan modal kerja sebesar Rp17,04 triliun,â kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (6/3).
Ia menyampaikan, segmen pembiayaan modal kerja diperkirakan masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri multifinance pada 2026, seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat dalam pengadaan barang dan jasa serta ekspansi usaha.
Ia menuturkan, hal tersebut salah satunya terlihat dari pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance di Provinsi Papua Selatan yang mencatatkan capaian tertinggi secara nasional pada Januari 2026, yakni sebesar 116,09 persen yoy.
Agusman mengatakan, peningkatan pembiayaan yang signifikan di wilayah tersebut antara lain didorong oleh peningkatan pembiayaan alat berat yang mencapai Rp484,69 miliar.
Selain itu, perbaikan pasar otomotif pada awal tahun ini juga menjadi sinyal prospek pertumbuhan yang positif bagi pembiayaan multifinance di sektor kendaraan.
Agusman mengatakan, sepanjang 2022 hingga 2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat tumbuh rata-rata 6,80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan pembiayaan untuk kendaraan roda empat bekas mencatat rata-rata pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni sebesar 12,75 persen yoy.
Ia menyatakan, per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat tercatat sebesar Rp229,43 triliun.
Sementara itu, pembiayaan kendaraan listrik pada Januari 2026 tumbuh 39,13 persen yoy menjadi Rp21,05 triliun, didorong peningkatan penjualan kendaraan listrik dan diperkirakan akan tetap tumbuh positif pada 2026 sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan.
Melihat peningkatan ekspansi usaha dan pergerakan yang positif di sektor otomotif, Agusman menuturkan proyeksi pertumbuhan piutang industri sebesar 6-8 persen pada 2026 dinilai realistis.
" Untuk mencapainya, perusahaan perlu mengoptimalkan potensi sektor dan wilayah yang prospektif dengan tetap menjaga kualitas aset dan manajemen risiko," ujarnya.
- OJK
- pembiayaan multifinance
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wamenkum: RUU Kewarganegaraan Atur Kewarganegaraan Khusus bagi Talenta
-
Hutan Papua Barat Terancam Eksploitasi, Gerakan Lintas Iman Dorong Perlindungan Berkelanjutan
-
Dukung Bulan Literasi Keuangan OJK 2026, CIMB Niaga Edukasi Pelajar Lewat Tour de Bank
-
Lens Tantang Dominasi PSG di Final Trophée des Champions
-
Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung
-
Cermati Protect Perkuat Kepercayaan Nasabah Lewat Layanan Asuransi Kendaraan Digital
-
Sulap Pasar Jadi Lautan Merah Putih, Strategi Pedagang Godean Bikin Pembeli Berdatangan!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.