Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Target Konversi Motor Listrik 3–4 Tahun
Kamis, 05 Mar 2026, 17:15 WIBJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membentuk satuan tugas (Satgas) transisi energi untuk mempercepat implementasi program, termasuk konversi motor konvensional menjadi listrik.
Hal ini disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).
Ia menyebut satgas ini dibentuk untuk percepatan konversi dari kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai 120 juta motor menjadi motor listrik.
"Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini. Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat," ujar Bahlil.
Presiden, kata Bahlil, menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.
"Bapak Presiden sangat berkeinginan untuk implementasinya dilakukan segera dan insya Allah kita akan melakukan dalam kurun waktu yang tidak lama. Bapak Presiden tadi menyampaikan bahwa maksimal 3 sampai 4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," jelasnya.
Selain mempercepat konversi motor konvensional, satgas tersebut juga dibentuk untuk memastikan berbagai program transisi energi dapat segera diimplementasikan, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt.
Satgas ini juga bertugas menerjemahkan kebijakan pemerintah secara cepat agar program transisi energi, pengembangan energi terbarukan, dan elektrifikasi kendaraan dapat berjalan efektif.
Bahlil menambahkan, percepatan transisi energi tidak hanya bertujuan mempercepat penggunaan energi bersih, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara.
Ia menjelaskan, konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) akan membantu menekan beban subsidi listrik pemerintah.
"Sudah barang tentu ini orientasinya adalah transisi energi bisa kita lakukan cepat, tapi juga kita bisa mengurangi subsidi. Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita dan sekaligus kita mendorong percepatan untuk pemakaian motor dan mobil listrik," jelas Bahlil.
- Transisi Energi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
-
Rekaman Menunjukkan Pasukan Khusus AS Beroperasi di Kamp Wuhan Taiwan, Operasi Meningkatkan Ketegangan dengan Beijing
-
Mau Berobat ke Luar Daerah? Jangan Takut Sekarang Ada Bantuan Uang Rp5 Juta
-
Rem Cakram "Overheat"? Ini Cara Mendinginkan yang Benar Menurut Ahli Otomotif
-
Dua Orang Tewas dalam Penembakan di Festival Makanan Seattle
-
Manajemen PSIM Bangga, Cahya Supriadi Masuk Skuad Final Timnas Indonesia
-
Bursa Pilgub Jatim, Pakar Politik Unair Ungkap Lia Istifhama Punya Kelebihan Gaet Gen Z
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.