Pemerintah Kabupaten Lumajang Pulihkan Keseimbangan Ekosistem Ranu Klakah
Senin, 03 Agu 2026, 11:21 WIBLUMAJANG â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memulihkan keseimbangan ekosistem Ranu Klakah dengan menebarkan 50 ribu benih ikan lokal ke perairan danau setempat dan menyalurkan 50 ribu benih ikan lainnya kepada kelompok pelaku budi daya ikan.
"Program tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memulihkan keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha budi daya perikanan masyarakat," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam keterangan di Lumajang, Jawa Timur, Senin (03/8).
Dia menjelaskan penebaran benih ke danau untuk memperkuat populasi ikan di perairan umum, sedangkan bantuan benih kepada pelaku budi daya untuk mempercepat pemulihan produksi perikanan di kawasan Ranu Klakah.
"Restocking bukan sekadar kegiatan seremonial menebar benih ikan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan sumber daya perikanan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan itu wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan serta memulihkan keseimbangan ekosistem perairan.
"Itu adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan sumber daya ikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," katanya.
Benih yang ditebar merupakan jenis ikan lokal yang secara alami hidup di perairan umum, seperti danau, sungai, dan rawa.
Dengan karakter tersebut, benih diharapkan mampu beradaptasi dengan baik sehingga dapat memperkuat populasi ikan di Ranu Klakah.
"Sementara bantuan benih kepada pembudidaya diharapkan mendukung keberlanjutan usaha budi daya ikan air tawar di kawasan tersebut," ujarnya.
Bupati Indah menjelaskan keberhasilan program restocking tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh warga menjaga kelestarian danau dengan tidak melakukan penangkapan ikan secara merusak serta bersama-sama menjaga kualitas lingkungan perairan.
"Ranu Klakah adalah aset bersama yang harus kami jaga. Ketika ekosistemnya tetap lestari, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat melalui sumber daya ikan yang terpelihara, lingkungan yang sehat, dan perekonomian yang terus tumbuh," katanya.
Pemkab Lumajang berharap, langkah tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga ekosistem perairan karena dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia mengharapkan Ranu Klakah tetap menjadi kawasan yang lestari, produktif, sekaligus mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
Selain itu, pihak Pemkab Lumajang membeli langsung hasil panen ikan milik pelaku budi daya.
Pemkab menyalurkan bantuan pakan sebagai bentuk dukungan kepada mereka agar usaha budi daya tetap berjalan usai fenomena koyo atau upwelling, yakni kondisi yang menyebabkan air dari dasar danau naik ke permukaan sehingga kadar oksigen terlarut menurun yang berdampak sebagian ikan mengalami stres hingga mati, sedangkan pelaku budi daya harus melakukan panen lebih awal untuk mengurangi kerugian.
- Pemerintah Kabupaten Lumajang
- Danau Ranu Klakah
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.