Pemkab Situbondo Buka Posko Pengaduan Pekerja Migran Terdampak Perang Timur Tengah
Kamis, 05 Mar 2026, 13:50 WIBSITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, membuka posko pengaduan pekerja migran Indonesia (PMI) khususnya pekerja migran yang bekerja di negara-negara kawasan Timur Tengah yang saat ini menjadi wilayah perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengemukakan bahwa pemerintah daerah membuka posko pengaduan PMI seiring dengan adanya pengaduan dari keluarga pekerja migran yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
"Pertama, kami mendapatkan pengaduan langsung melalui media sosial TikTok dari seorang pekerja migran di negara Oman. Yang bersangkutan meminta perlindungan dan ingin cepat kembali ke Indonesia," kata Bupati Rio kepada wartawan di Situbondo, Kamis (5/3).
Ia mengungkapkan, sejak terjadi perang AS-Israel dan Iran hingga saat ini sudah ada tiga pekerja migran Indonesia yang bekerja di negara Timur Tengah mengadukan ke pemerintah daerah setempat memohon secepatnya bisa kembali ke Indonesia.
Oleh karena itu, Bupati Rio meminta Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk membuka posko secara online maupun offline dalam memudahkan keluarga pekerja migran mengadukan kondisi keluarganya.
Bupati juga mengaku komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Oman dan juga akan bertemu Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
"Kami terus berupaya membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti KJRI, dan besok saya juga akan bertemu dengan Menteri P2MI," kata Rio.
Salah seorang warga Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Situbondo, Hosnia mengadukan terkait adik kandungnya yakni Sri Wahyuningsih (40) yang saat ini berada di wilayah terdampak perang Iran dan AS-Israel, yakni di negara Oman.
"Sejak perang di Timur Tengah, hampir setiap hari adik saya menelepon ingin pulang. Di sana tidak aman katanya, suara bom terus menerus," kata dia di Posko Pengaduan PMI di depan Pendopo Kabupaten Situbondo.
Hosnia mengatakan, adiknya bekerja di negara Oman sejak Agustus 2025, dan sebelumnya juga bekerja di Arab Saudi.
Pekerja migran Sri Wahyuningsih yang saat ini berada di lokasi pengungsian negara Oman, katanya, memiliki dua anak laki-laki dan tinggal bersamanya.
- Pekerja Migran
- pemkab situbondo
- posko pengaduan
- Terdampak perang di Timur Tengah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Tren wisata paddle board di Danau Lhok Gaca
-
Bintang Film "Nashville" dan "Scream", Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
-
Wisatawan Tenggelam di Waduk Saguling Belum Ditemukan
-
Pramono Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang Roboh, Anggarkan Rp48,1 Miliar
-
RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat bagi Rezim Berkuasa
-
Polda Jateng Cek Kesehatan Bhabinkamtibmas sebelum Lacak Penderita TB
-
Ilmuwan Penemuan Pola Unik Sel Imun pada “Centenarian”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.