Danantara Dorong Transformasi BUMN, Fondasi Bisnis dan Tata Kelola Dibenahi
Kamis, 05 Mar 2026, 17:50 WIBJAKARTA â Penguatan tata kelola dan penataan fundamental badan usaha milik negara (BUMN) menjadi langkah krusial untuk memastikan perusahaan pelat merah mampu beroperasi secara efisien, transparan, dan berkelanjutan.
Tata kelola yang baik tidak hanya memperkuat akuntabilitas dan integritas manajemen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor serta publik terhadap kinerja BUMN sebagai pengelola aset negara.
Di saat yang sama, penataan fundamentalâmulai dari perbaikan struktur keuangan, efisiensi operasional, hingga fokus pada bisnis intiâmenjadi kunci agar BUMN lebih adaptif menghadapi dinamika ekonomi global.
Dengan fondasi yang kuat, BUMN diharapkan tidak hanya berperan sebagai agen pembangunan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi negara.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai manajemen dan pemegang mandat atas portofolio Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjalankan langkah penguatan tata kelola dan penataan fundamental perusahaan secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari proses transisi dan konsolidasi manajemen, Danantara melalui entitas holding operasionalnya, PT Danantara Asset Management (DAM), melakukan pengkajian secara menyeluruh dan terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN.
âProses ini mencakup evaluasi kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko yang terintegrasi, guna memastikan standar pengelolaan yang semakin solid dan selaras dengan praktik terbaik,â ujar Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Rohan menjelaskan, langkah penguatan sebelumnya telah dimulai pada kelompok perusahaan BUMN Karya dan kini diperluas secara bertahap ke sektor-sektor lainnya dalam portofolio BUMN.
Fokus utama dari inisiatif adalah normalisasi dan peningkatan kualitas aset, penyelarasan pencatatan agar laporan keuangan semakin akurat, wajar, dan terkini sesuai standar akuntansi yang berlaku dan praktik pelaporan keuangan yang diakui secara luas, serta memastikan praktik pengelolaan yang transparan dan prudent.
Selain itu, Danantara juga menekankan penguatan fundamental keuangan yang berbasis pada kualitas laba (earnings quality) dan arus kas operasional (operating cash flow) yang kuat, peningkatan EBITDA yang berkelanjutan, disiplin belanja modal (capital expenditure discipline), serta struktur permodalan yang sehat dan terjaga.
âPerhatian diarahkan pada optimalisasi Return On Assets (ROA), perbaikan margin operasional, penguatan kapasitas pemenuhan kewajiban finansial, serta pengelolaan likuiditas yang konservatif dan terukur,â ujar Rohan.
Pendekatan ini memastikan bahwa kinerja perusahaan tidak hanya tercermin dalam pertumbuhan nominal, tetapi dalam kemampuan menghasilkan arus kas yang konsisten, menjaga solvabilitas, meningkatkan Return On Equity (ROE), serta memperkuat kapasitas pembagian dividen secara berkelanjutan bagi negara sebagai pemegang saham.
"Governance reset ini merupakan bagian dari komitmen manajemen baru dalam memastikan pengelolaan BUMN berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka panjang," ujar Rohan.
Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Ia menyebut Danantara berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio.
âGovernance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,â ujar Rohan.
Rohan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ke depan tidak semata pada besarnya angka di neraca, melainkan pada kualitas kinerja yang nyata.
âKe depan, ukuran keberhasilan bukan hanya pada besarnya angka di neraca, tetapi pada kualitas laba, kekuatan arus kas, dan kemampuan perusahaan menciptakan nilai ekonomi secara nyata,â ujar Rohan.
Ia melanjutkan, fokus Danantara adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara.
âPertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,â ujar Rohan.
Melalui fondasi keuangan yang semakin solid dan disiplin manajemen yang kuat, menurut Rohan, perusahaan akan lebih fokus pada efisiensi, peningkatan margin operasional, serta penciptaan nilai riil bagi pemegang saham, yaitu negara.
Danantara menegaskan bahwa proses ini dilakukan secara sistematis dan bertahap, dengan tetap menjaga stabilitas operasional dan kesinambungan bisnis di seluruh portofolio, sebagai bagian dari transformasi institusional jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
- Danantara
- Transformasi BUMN
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Jambi Gratiskan BPHTB dan Pangkas Izin 1 Jam, Program 3 Juta Rumah Makin Ngebut
-
Trump Mobile T1 Handphone Keluaran Perusahaan Presiden AS, Ini Spesifikasi dan Harganya!
-
Menpar Puji Bukittinggi dan Jam Gadang, Siap Dorong Wisata ke Kancah Internasional
-
Reformasi Investasi Danantara Dinilai Bisa Tekan Gelombang PHK
-
Gubernur Jambi Rogoh Kocek Pribadi Selamatkan Korban 'Online Scam' di Kamboja, Satu Orang Malah Hilang
-
Jangan Anggap Remeh, Ini Risiko Serius Nyeri Lutut yang Perlu Diwaspadai Perempuan
-
Tak Perlu Ribet, Kartu Nusuk Jamaah Haji Dibagikan via One Stop Service di Padang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.