Wali Kota: Pemkot Bandung Tergetkan 100 Persen RW Bisa Olah Sampah Organik
Rabu, 04 Mar 2026, 15:10 WIBBANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menargetkan seluruh rukun warga (RW) di Kota Bandung mampu mengolah minimal 25 kilogram sampah organik per hari.
Target tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Senin (2/30 lalu.
Menurut Wali Kota Farhan, pengelolaan sampah berbasis kewilayahan melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) menjadi kunci untuk mengurangi beban sampah kota sekaligus membangun perubahan perilaku masyarakat. Dalam satu tahun ke depan akan dilakukan pengukuran untuk melihat efektivitas program tersebut.
âSaya akan ukur setelah satu tahun program ini berjalan. Apakah ada perubahan perilaku di masyarakat atau tidak? Targetnya masyarakat mampu memilah dan mengolah sampahnya sendiri,â ujar dia.
Wali Kota Farhan menjelaskan, saat ini pengolahan sampah organik oleh Gaslah berada di rata-rata 20 kilogram per hari per RW. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan menjadi 25 kilogram per hari per RW. Target itu, menjadi pekerjaan rumah bagi lurah dan jajaran kewilayahan.
Di Kelurahan Babakan Surabaya, sejumlah RW telah menunjukkan capaian positif. Di RW 4, pengelolaan sampah organik dilakukan di lahan seluas 70 meter persegi di kawasan Buruan Sae Aster.
Setiap hari, lokasi tersebut mampu mengolah hingga 30 kilogram sampah organik yang dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
Di RW 12, pengolahan sampah organik telah mencapai 25 kilogram per hari, meski masih membutuhkan tambahan sekitar 25 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pakan maggot.
Adapun di RW 14, pemanfaatan sampah organik untuk pakan maggot bahkan telah mencapai 60 kilogram per hari, yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan lele.
âRW 4, 12 dan 14 bahkan sampai habis sampah organiknya. Ini menunjukkan kapasitas pengelolaan sudah berjalan dengan baik,â kata Wali Kota Farhan.
Ia juga menyoroti persoalan sampah dari luar wilayah yang kerap dibuang pengendara di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di tiga titik RW 1, 3 dan 4. Meski demikian, ia mengapresiasi keberhasilan RW 7 yang mampu menuntaskan persoalan serupa melalui pengawasan dan pengelolaan mandiri.
Ia menyebut pentingnya pendataan produksi sampah di setiap RW. Menurut dia, Menteri Lingkungan Hidup telah mengapresiasi program Gaslah dan berencana menjadikannya sebagai model percontohan nasional, meskipun validitas data masih menjadi perhatian.
âMakanya kita lakukan pendataan ini. Saya perlu tahu berapa banyak produksi sampah organik di setiap RW,â tegas dia.
Wali Kota Farhan menyebut, program Gaslah kini juga menjadi perhatian Presiden. Ia berkomitmen membawa capaian Bandung ke tingkat kementerian dan nasional sebagai model pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
âNantinya 100 persen RW se-Kota Bandung bisa mengolah minimal 25 kilogram per hari. Saya akan bawa ke kementerian dan Presiden,â kata dia optimistis. ils/I-1
- Pemkot Bandung
- Penanganan Sampah
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
- Petugas Gaslah
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Wali Kota: Grand Design Kependudukan Jadi Panduan Bandung Menuju 2045
-
Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan
-
Wali Kota: Aktivasi Bandara Husein Perkuat Investasi dan Pariwisata Bandung-Malaysia
-
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur
-
Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Penuh Kejayaan
-
Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
-
Walkot Farhan Wanti-wanti BPBD Bandung Akan Potensi Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.