Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Setelah Satu Dekade Penuh Kejayaan

Jumat, 22 Mei 2026, 19:25 WIB

MANCHESTER - Era keemasan Pep Guardiola bersama Manchester City akhirnya mencapai garis akhir. Pelatih asal Spanyol itu mengumumkan akan meninggalkan City pada akhir musim ini setelah menjalani satu dekade penuh kesuksesan yang mengubah wajah sepak bola Inggris.

Laga melawan Aston Villa di Stadion Etihad, Minggu nanti, akan menjadi pertandingan terakhir Guardiola sebagai pelatih Manchester City.

Ket. Foto: Pep Guardiola. — Sumber: AFP

Meski mundur dari kursi pelatih, Guardiola disebut masih akan tetap terlibat di bawah naungan City Football Group sebagai duta global.

Dalam pernyataan resmi klub, Guardiola mengaku keputusan tersebut lahir dari keyakinan pribadi bahwa siklusnya di Manchester City telah selesai.

“Betapa luar biasanya perjalanan yang kami lalui bersama,” ujar Guardiola. “Jangan tanyakan alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tetapi jauh di dalam diri saya, saya tahu inilah waktunya.”

“Tidak ada yang abadi. Jika ada yang abadi, mungkin saya akan tetap di sini. Yang akan abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta saya untuk Manchester City.”

Kabar mengenai hengkangnya Guardiola sebenarnya sudah mulai muncul sejak awal pekan ini. Namun saat itu mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut masih enggan membahas masa depannya secara terbuka.

Pengumuman resmi datang hanya sehari setelah City gagal mempertahankan gelar Premier League yang jatuh ke tangan Arsenal.

Sejak tiba di Etihad pada 2016, Guardiola menjelma menjadi sosok paling berpengaruh dalam sejarah modern Manchester City.

Dalam 10 musim, ia mempersembahkan total 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Selain itu, Guardiola juga membawa City meraih tiga Piala FA, lima Piala Liga Inggris, satu Piala Dunia Antarklub, satu Piala Super Eropa, dan tiga Community Shield.

Dengan dukungan finansial besar dari pemilik asal Abu Dhabi, City berkembang dari sekadar bayang-bayang rival sekota Manchester United menjadi kekuatan dominan di Inggris.

Pengaruh Guardiola tidak hanya terlihat dari trofi. Filosofi permainan berbasis penguasaan bola dan umpan pendek yang ia bawa ikut mengubah kultur sepak bola Inggris di berbagai level.

Banyak pelatih generasi baru terinspirasi oleh pendekatannya.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, merupakan mantan asistennya di City dan sukses mengakhiri penantian panjang Arsenal meraih gelar liga.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga pernah mengaku filosofi kepelatihannya dipengaruhi oleh tim Barcelona racikan Guardiola.

Sementara pelatih baru Chelsea, Xabi Alonso, sempat bergabung ke Bayern Munich pada akhir karier bermainnya demi merasakan langsung metode Guardiola.

Nama Enzo Maresca, mantan staf Guardiola di City dan eks pelatih Chelsea, kini disebut-sebut menjadi kandidat terkuat penggantinya di Etihad.

Keputusan Guardiola hengkang juga datang di tengah belum selesainya investigasi terhadap Manchester City terkait lebih dari 100 dugaan pelanggaran aturan finansial.

Klub mulai didakwa Premier League pada Februari 2023, sementara sidang komisi independen berakhir pada Desember 2024.

Hingga kini, hasil investigasi tersebut belum diumumkan dan terus membayangi pencapaian Manchester City dalam beberapa tahun terakhir.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.