- Home
-
- Megapolitan
-
- TPS 3R Menteng Atas Olah 3...
TPS 3R Menteng Atas Olah 32 Ton Sampah Setiap Hari, Kurangi Beban Bantargebang
Minggu, 12 Jul 2026, 09:25 WIBJAKARTA - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Menteng Atas, Jakarta Selatan dapat mengolah sekitar 32 ton sampah setiap hari sebagai bagian dari upaya mengurangi residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.
âSetiap hari, sekitar 32 ton sampah dapat diolah dalam waktu efektif selama 7 jam 19 menit. Sebanyak 20 hingga 30 persen di antaranya dapat menjadi RDF, bergantung pada kondisi dan tingkat keterpilahan sampah,â kata Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kamil Salim di Jakarta, Minggu.
Kamil menjelaskan dalam waktu pengolahan efektif selama 7 jam 19 menit, sebanyak 20 hingga 30 persen sampah yang masuk dapat diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.
Operasional fasilitas tersebut didukung 10 personel yang menangani penerimaan, pemilahan, hingga pengolahan sampah.
"Jumlah RDF yang dihasilkan bergantung pada komposisi dan kualitas sampah yang diterima," kata dia.
Menurutnya, pengolahan sampah di tingkat kawasan penting agar sampah tidak hanya dikumpulkan dan diangkut, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali. Langkah tersebut sekaligus membantu menekan jumlah residu yang berakhir di TPST Bantargebang.
Efektivitas pengolahan sangat dipengaruhi oleh pemilahan sejak dari sumber, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun tempat usaha. Sampah yang telah terpilah lebih mudah diproses dan dapat menghasilkan RDF dengan kualitas yang lebih baik.
âPengolahan di TPS 3R perlu didukung kebiasaan masyarakat mengurangi penggunaan barang sekali pakai serta memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Langkah ini membuat pengolahan lebih efisien, meningkatkan kualitas RDF, dan mengurangi beban Bantargebang,â jelasnya.
Untuk mendukung proses tersebut, TPS 3R Menteng Atas menggunakan mesin La MACCA yang dikembangkan PT Mario Mikron Metalindo.
Dalam pelaksanaan uji coba mesin, pengoperasian didukung tenaga dari PT Mitra Kurnia Indah (MKI), perusahaan penyedia layanan pengelolaan sampah, serta didampingi dan dikawal teknisi PT Mario Mikron Metalindo guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman, optimal, dan sesuai dengan prosedur teknis.
Sementara, Direktur Utama PT Mario Mikron Metalindo, Jusman Sikki mengatakan teknologi karya anak bangsa tersebut dirancang untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara lebih efektif.
"Diharapkan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh pemerintah daerah sehingga sampah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peneliti Muda Didorong Kembangkan Pangan Fungsional Berbasis Potensi Lokal
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
DPRD Jabar Dukung Opsi Pemkot Bandung untuk Pengadaan Mesin Pengolah Sampah di Setiap Kelurahan
-
Menko Zulhas Tegaskan Sanksi Sampah Open Dumping, Masyarakat Akan Diberi Insentif Lewat Sistem Baru
-
Pengelolaan Sampah Lebih Ramah Lingkungan, TPA Antang Dibangun dengan Sistem Sanitasi Landfill.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.