- Home
-
- Luar Negeri
-
- Negara Asia Berebut Pasoka...
Negara Asia Berebut Pasokan Minyak dan Gas Alternatif
Rabu, 04 Mar 2026, 01:00 WIBKepanikan terjadi di kalangan importir minyak dan gas di Asia yang telah berupaya mencari sumber pasokan alternatif di luar Timur Tengah.
SINGAPURA - Para importir minyak dan gas dilaporkan telah berhari-hari berupaya mencari sumber pasokan alternatif ke Asia di luar Timur Tengah, karena kekhawatiran akan konflik berkepanjangan dapat menghambat aliran minyak dari wilayah yang kaya energi itu.
Beberapa importir gas alam cair menghabiskan sepanjang malam pada Senin (2/3) berbicara dengan kenalan mereka tentang ketersediaan pasokan setelah serangan Iran menutup pabrik ekspor terbesar di dunia di Qatar, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
âPara importir di Tiongkok, India, dan Jepang semuanya telah menanyakan tentang sumber minyak dan LNG lainnya,â kata mereka.
Konflik yang meningkat di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu, telah mengguncang pasar energi dan mendorong kenaikan harga minyak mentah dan gas.
Pengiriman barang melalui Selat Hormuz praktis terhenti, sementara serangan juga memaksa kilang minyak terbesar Arab Saudi untuk tutup.
Beberapa pembeli LNG, termasuk Taiwan, meminta pemasok untuk mengirimkan kargo pada Maret, sebulan lebih awal, kata sumber-sumber tersebut yang meminta agar identitas mereka dirahasiakan karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Taiwan bersama dengan Korea Selatan, kini berupaya untuk mendapatkan bahan bakar dari wilayah lain. Negara-negara Asia, termasuk Tiongkok, memiliki cadangan minyak mentah dan LNG yang akan membantu meredam gangguan jangka pendek, tetapi konflik yang berkepanjangan mengancam akan dengan cepat menguras pasokan tersebut.
Alternatif di luar Timur Tengah kemungkinan akan lebih mahal, dengan tarif pengiriman yang melambung tinggi menambah biaya yang terus meningkat bagi importir.
Untuk LNG, alternatifnya mencakup sejumlah kecil produk yang mengalir dari AS yang merupakan produsen terbesar di dunia, ke Eropa, yang dapat dengan mudah dialihkan ke Asia di tengah perjalanan. Ada juga pasokan dari Australia, yang baru-baru ini mengirimkan kiriman langka hingga ke Kanada karena permintaan Asia yang lesu.
Bagi pembeli minyak, terdapat cadangan minyak mentah Timur Tengah di lokasi-lokasi seperti Kiire di Jepang dan Okinawa, yang dapat dimanfaatkan oleh kilang-kilang regional. Kiire memiliki kapasitas penyimpanan lebih dari 46 juta barel, sementara Okinawa dapat menampung lebih dari 8 juta barel.
Saudi Aramco diketahui telah menyewa kilang di kedua lokasi penyimpanan tersebut.
Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Australia, juga memproduksi minyak mentah meskipun jauh lebih sedikit daripada produsen di Teluk Persia. Hal itu menyisakan pilihan bagi pembeli di tempat yang jauh lebih luas, termasuk AS dan Afrika.
Penutupan Selat Hormuz
Sementara itu penutupan Selat Hormuz secara efektif telah menghentikan pengiriman minyak mentah dan LNG dari Teluk Persia.
Seorang penasihat senior komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa pasukannya akan membakar kapal apapun yang mencoba melewati jalur air sempit yang memisahkan Iran dan Semenanjung Arab tersebut.
Para importir telah berebut sejak AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Menurut sumber tersebut, banyak yang begadang hingga larut malam dengan ponsel mereka berdering tanpa henti, melakukan panggilan untuk menanyakan status pengiriman yang telah dipesan.
Sedangkan para penyewa kapal dan pedagang minyak yang sedang menegosiasikan kargo terpaksa membatalkan kesepakatan secara tiba-tiba karena ketidakpastian seputar konflik yang sedang berlangsung, tambah mereka.
Tiongkok, importir minyak mentah dan gas terbesar di dunia, mendapatkan sekitar 30 persen pengiriman LNG-nya dari Timur Tengah. Kawasan ini juga merupakan pemasok energi utama bagi negara-negara seperti India, Jepang, dan Korea Selatan.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
Gencatan Senjata di Timur Tengah Terancam Setelah Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
JD Vance: Kekuatan Militer Bukan Solusi
-
Wasur, Gerbang Ekologis Antara Asia dan Australia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.