Delegasi AS dan Tiongkok akan Bertemu Pertengahan Maret sebelum KTT Trump-Xi

Rabu, 04 Mar 2026, 01:05 WIB

WASHINGTON - Para negosiator perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dijadwalkan bertemu pada pertengahan Maret. Hal itu menandakan bahwa pertemuan puncak yang direncanakan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping tetap berjalan meskipun ada serangan Amerika terhadap Iran.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng diperkirakan akan bertemu di Paris pada akhir pekan depan untuk membahas kesepakatan bisnis yang dapat dihasilkan dari pertemuan para pemimpin tersebut.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. — Sumber: Jim WATSON and PETER KLAUNZER/various sources/AFP

Sumber-sumber yang meminta anonimitas untuk membahas rencana yang belum dipublikasikan. Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa waktu dan lokasi pertemuan masih bisa berubah.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa di antara isu-isu yang dapat dibahas adalah kemungkinan pembelian pesawat Boeing oleh Tiongkok, komitmen untuk membeli kedelai AS, dan Taiwan, pulau yang memerintah sendiri yang dianggap Tiongkok sebagai miliknya.

Mereka menambahkan bahwa masa depan tarif fentanyl AS yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung juga bisa masuk dalam agenda.

Departemen Keuangan AS dan Kementerian Perdagangan Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar.

Serangan AS terhadap Iran yang menyebabkan tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memicu ketegangan dengan Beijing dalam beberapa hari terakhir, sehingga mempersulit persiapan KTT.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyebut tindakan membunuh pemimpin negara berdaulat secara terang-terangan dan melakukan perubahan rezim sebagai “tidak dapat diterima”.

Tiongkok juga mengutuk penggunaan kekuatan oleh AS setelah Pemerintahan Trump menjemput paksa pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.dari rumahnya di Caracas pada bulan Januari.

Presiden Trump akan melakukan perjalanan ke Tiongkok antara tanggal 31 Maret dan 2 April untuk bertemu dengan Presiden Xi, kunjungan pertama presiden Amerika ke negara tersebut sejak kunjungannya pada 2017.

Tanggal-tanggal yang diumumkan oleh AS tersebut belum dikonfirmasi oleh Beijing, yang biasanya hanya merilis detail jadwal perjalanan pemimpin Tiongkok beberapa hari sebelumnya.

Kampanye Perubahan Rezim

Pertemuan pertengahan Maret juga menandai pertemuan tatap muka pertama antara pejabat tinggi AS dan Tiongkok sejak Mahkamah Agung memberikan pukulan telak terhadap strategi tarif global Trump, yang memaksanya untuk mengejar cara yang lebih ketat dan rumit untuk memberlakukan bea perdagangan.

Jangka waktu pertemuan yang diperkirakan berarti para pejabat hanya memiliki waktu sekitar dua minggu hingga KTT para pemimpin untuk menyelesaikan kesepakatan bisnis dan pengaturan logistik kunjungan Trump.

Pada bulan Januari,Trump mengatakan bahwa ia menantikanXi untuk menampilkan “pertunjukan terbesar yang pernah ada dalam sejarah Tiongkok” untuknya, seraya mencatat bahwa pemimpin Tiongkok itu memperlakukannya “dengan sangat baik” selama kunjungannya pada tahun 2017.

Dalam kunjungan itu, pemimpin AS tersebut diberi kesempatan untuk tur pribadi ke Kota Terlarang di Beijing.

Beberapa bulan kemudian, Trump memulai perang dagang pertamanya dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

PertemuanHe denganBessent dan Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer, bersama dengan pembicaraan ekonomi yang lebih luas, dipisahkan dari aspek geopolitik lainnya dalam hubungan AS-Tiongkok.

Meskipun Iran maupun Venezuela tidak dianggap sebagai mitra dagang atau pertahanan utama bagi Tiongkok, kampanye perubahan rezim yang semakin gencar dilakukan oleh Trump telah memicu ketidakpastian tentang apakah Presiden AS dapat menargetkan seorang pemimpin yang memiliki hubungan lebih dekat dengan Xi Jinping.

Kekacauan di Timur Tengah juga terjadi bersamaan dengan Presiden Tiongkok memasuki salah satu pekan politik terpenting di Tiongkok, di mana para pejabat akan mengumumkan target pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026. ST/BLOOMBERG/SB/E-9

  • Negosiasi Dagang

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.