Polisi Mesti Hentikan Kendaraan Melawan Arus di Jalan Raya Bekasi

Senin, 02 Mar 2026, 12:48 WIB

BEKASI – Bukan hanya membahayakan diri sendiri, kendaraan melawan arus juga membahayakan orang lain. Maka dari itu polisi diminta menghentikan pengendara yang melawan arah di Jl Raya Bekasi. Sejumlah warga mengeluhkan pengendara yang kerap melawan arah di Jalan Raya Bekasi, tepatnya di wilayah Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, sehingga memicu kecelakaan.

"Lawan arah itu dari dulu, bukan hal baru. Sudah sering banget pengendara lawan arah. Padahal, itu membahayakan pengendara lain yang sudah benar di jalurnya," kata seorang warga setempat, Hambali (63) di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Ket. Foto: melawan arus — Sumber: ist

Dia mengatakan pelanggaran lalu lintas tersebut bukanlah hal baru. Menurut dia, hampir setiap hari, ada saja pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus demi mempersingkat waktu tempuh.

Selain itu, kecelakaan akibat pengendara melawan arah juga kerap terjadi. Insiden yang paling sering terjadi, yakni tabrakan antarsepeda motor hingga pengendara tersenggol kendaraan lain akibat jarak yang terlalu sempit.

"Sering terjadi kecelakaan juga karena begini. Motor kesenggol dan lain-lain. Saya juga sering nolongin kalau ada yang jatuh," ujar Hambali. Akan tetapi, kata dia, niat baik untuk membantu korban kecelakaan tak jarang justru berujung cekcok.

Dia pun mengaku pengendara yang bersalah terkadang tidak terima apabila ditegur dan malah bersikap agresif. "Saya sering tolong kalau ada yang kecelakaan. Ujung-ujungnya ribut. Malah yang lawan arah jadi lebih galak," ucap Hambali. Berdasarkan pantauan di Jalan Raya Bekasi, arus lalu lintas di jalur tersebut terbilang padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Deretan kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati ruas jalan yang menjadi akses penghubung dari arah Bekasi dan Pulogadung menuju Priok tersebut. Bahkan, banyak mobil bermuatan besar atau truk yang melintas di jalan tersebut.

Di tengah kepadatan itu, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat nekat mengambil jalur berlawanan arah. Mereka memanfaatkan celah di antara kendaraan untuk melintas, meskipun kendaraan terus berdatangan dari arah berlawanan.

Beberapa pengendara yang melaju sesuai jalur terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari tabrakan. Klakson kendaraan terdengar bersahutan ketika motor-motor dari arah berlawanan mencoba memaksa masuk ke jalur yang bukan peruntukannya.

Warga lainnya, Fajar (46) menyebutkan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta maupun kepolisian sesekali terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas di kawasan tersebut, namun pengawasan itu tidak berlangsung sepanjang waktu.

"Petugas ada yang jaga dan ngatur lalu lintas, tapi kan tidak setiap saat. Begitu petugas tidak ada, langsung pada lawan arah lagi," ungkap Fajar. Dia menambahkan arus kendaraan dari arah Bekasi dan Pulogadung menuju Priok menjadi salah satu titik yang sulit dikendalikan.

Banyak pengendara memilih melawan arus untuk menghindari putar balik yang dianggap terlalu jauh. Fajar berharap ada penanganan lebih tegas dan berkelanjutan untuk menekan pelanggaran tersebut, baik melalui penindakan hukum maupun rekayasa lalu lintas. "Tanpa pengawasan rutin dan sanksi tegas, kebiasaan melawan arah akan terus berulang dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya," ucap Fajar. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Uji Coba Lawan Persita Jadi Pelajaran Berharga, PSS Sleman Siap Berbenah!

Ambulans Terbang Segera Terwujud? BRIN Matangkan Ekosistem Pesawat N219

Bikin Kaget! Kenapa Bupati Aceh Barat Larang Lomba Panjat Pinang Saat HUT ke-81 RI?

Shayne Pattynama Kembali ke Persija Jakarta, Begini Reaksi Bahagianya

Tak Tinggal Diam, TNI AU Gerak Cepat! 13 Ton Bantuan Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!

Duka Gempa NTT Sampai ke Amerika, Kedubes AS Sampaikan Belasungkawa

Mau Naik Kereta Murah? KAI Daop 2 Siapkan 4.040 Kursi dalam Promo 17 Agustus

Bikin Geger! Polda Jatim Selidiki Motif Pria di Balik Pelemparan Bom Molotov

Mimpi yang Jadi Nyata! Perjuangan Paskibraka Nasional 2026 hingga Berdiri di Istana

Antusias Sambut HUT Ke-81 RI, Warga Rela Berburu Undangan hingga Siapkan Baju

500 Pendaki Tim Ekspedisi 81 akan Kibarkan Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Arjuno

Meriahkan HUT RI, Kemenbud Gelar Cultural Fair Day, Sajikan Ragam Produk dan Karya Budaya

Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok

Pascagempa M6,4 di Simalungun, KAI Divre Sumut Pastikan Jalur Kereta Api Aman

Setu Babakan Adakan Pameran Temporer Tahunan, Hidupkan Mainan Tradisional Betawi

Polisi Gerebek Kasino di Batam, 197 Orang Ditangkap

73 Paskibraka Sulsel Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI.

Dua Pos Lantas Surabaya Diduga Dilempar Molotov, Polisi Amankan Seorang Pria.

Bantuan Sembako Presiden Prabowo Tiba di Maumere untuk Warga Terdampak Gempa.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.