Misi Rahasia Pentagon: OpenAI Resmi Masuk Militer AS, Sam Altman Pasang Syarat Ketat

Minggu, 01 Mar 2026, 00:35 WIB

JAKARTA - CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan Jumat malam bahwa perusahaannya telah menandatangani kesepakatan yang memungkinkan Departemen Pertahanan AS memanfaatkan model AI OpenAI dalam jaringan rahasia departemen tersebut. Langkah ini muncul di tengah perseteruan antara Pentagon dan pesaing OpenAI, Anthropic, terkait penggunaan AI untuk operasi militer.

Perselisihan dengan Anthropic terjadi karena perusahaan tersebut berupaya membatasi pemakaian AI dalam pengawasan domestik massal dan senjata otonom sepenuhnya. Pentagon menuntut perusahaan AI agar model mereka dapat digunakan untuk semua tujuan yang sah. CEO Anthropic, Dario Amodei, menegaskan bahwa AI dalam beberapa konteks dapat merusak nilai-nilai demokrasi, meski mereka tidak menolak operasi militer tertentu.

Ket. Foto: CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan Jumat malam bahwa perusahaannya telah menandatangani kesepakatan yang memungkinkan Departemen Pertahanan AS memanfaatkan model AI OpenAI dalam jaringan rahasia departemen tersebut. — Sumber: Tech Crunch

Ribuan karyawan dari OpenAI dan Google menandatangani surat terbuka yang mendukung posisi Anthropic. Namun, kegagalan negosiasi antara Anthropic dan Pentagon memicu kritik Presiden Donald Trump. Ia menuding Anthropic sebagai "orang-orang gila sayap kiri" dan menginstruksikan lembaga federal untuk berhenti menggunakan produk perusahaan tersebut setelah periode transisi enam bulan.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menyatakan bahwa Anthropic ditetapkan sebagai risiko rantai pasokan, yang melarang kontraktor militer melakukan aktivitas komersial dengan perusahaan tersebut. Anthropic menegaskan akan menantang status risiko rantai pasokan melalui jalur hukum, sembari menunggu komunikasi resmi dari Departemen Pertahanan atau Gedung Putih.

Altman menyatakan kontrak OpenAI dengan Pentagon mencakup perlindungan yang menanggapi isu utama yang menjadi perdebatan dengan Anthropic.

"Dua prinsip keselamatan utama kami adalah larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," ujarnya. 

Altman menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut disepakati Pentagon dan dicantumkan dalam hukum serta kebijakan perjanjian.

OpenAI juga akan membangun pengamanan teknis untuk memastikan model AI berperilaku sesuai ketentuan, serta menempatkan insinyur bersama Pentagon untuk mengawasi keamanan model. Altman menambahkan, jika model menolak melakukan tugas tertentu, pemerintah tidak akan memaksanya. Ia berharap semua perusahaan AI akan menerima persyaratan serupa untuk mencegah penyalahgunaan.

Keputusan ini terjadi di tengah ketegangan internasional, di mana pemerintah AS dan Israel memulai serangan udara terhadap Iran, sementara Trump menyerukan penggulingan pemerintah Iran. Kesepakatan OpenAI dengan Pentagon menekankan pentingnya batasan etis dalam penggunaan AI militer dan memperkuat keamanan operasional di tengah situasi global yang memanas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.