- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penembakan Terjadi Lagi di...
Penembakan Terjadi Lagi di Sekolah Filipina, Dua Siswa Tewas
Selasa, 18 Agu 2026, 13:34 WIBMANILA - Seorang siswa kelas 10 ditembak mati di sebuah sekolah menengah di Filipina selatan pada hari Selasa (18/8) sebelum terduga pelaku bunuh diri, kata polisi.
Penembakan di sekolah yang merupakan penembakan kedua di negara itu dalam beberapa bulan terakhir, terjadi di Universitas Ateneo de Zamboanga, sebuah institusi swasta Katolik di Mindanao bagian barat.
Polisi mengatakan seorang siswa kelas sembilan membawa "pistol dan senapan ke dalam lingkungan sekolah" dan melepaskan tembakan di sebuah kelas, menewaskan satu orang sebelum menembak dirinya sendiri.
"Investigasi masih berlangsung... Kami masih berusaha mengidentifikasi motifnya," kata juru bicara polisi Shella Chang kepada AFP. Olah tempat kejadian perkara sedang dilakukan.
Belum jelas berapa banyak orang yang terluka.
Dalam sebuah video yang beredar di media lokal dan tampaknya disiarkan langsung di Facebook, laras senjata terlihat bergerak menyusuri lorong layaknya permainan video tembak-menembak orang pertama sebelum diarahkan ke dalam kelas dan ditembakkan.
Kemudian terlihat anak-anak berseragam sekolah berteriak dan bergegas menuju pintu keluar.
Akun Facebook terduga pelaku penembakan tersebut telah dinonaktifkan.
"Dalam video tersebut, kita melihat bahwa dia pertama kali menembak guru yang sedang duduk di meja," kata Walikota Zamboanga City, Khymer Olaso, yang awalnya mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai siswa kelas tujuh, kepada sebuah stasiun radio lokal.
"Sepertinya dia meleset, lalu pindah ke ruangan lain... Dia menembak siswa lain di sana," katanya.
Pihak sekolah secara terpisah mengkonfirmasi dua korban jiwa tersebut.
"Kami telah berkoordinasi dengan orang tua dan wali untuk menjemput anak-anak mereka dan universitas telah memastikan keselamatan mereka yang tetap berada di kampus," demikian pernyataan tersebut.
Penembakan di sekolah jarang terjadi di Filipina, tetapi tiga siswa remaja tewas dan 20 lainnya terluka di Filipina tengah pada bulan Juni.
Bulan lalu, Ateneo de Zamboanga menjadi salah satu dari banyak sekolah di seluruh negeri yang melakukan latihan simulasi penembakan aktif.
Kepemilikan senjata api legal diatur dengan ketat di negara Asia Tenggara ini, tetapi pasar gelap senjata api yang besar tetap ada.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Dinas KPKP DKI Catat Harga Daging Sapi Naik Hingga Rp150 Ribu Per Kg
-
6.847 Warga Jakarta Nikmati Promo Tambah Daya PLN
-
Menanti Data Inflasi dan PDB Nasional, 3 November 2025
-
Pangdam XIII/Merdeka: Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Petani.
-
Pemprov Kalsel dan Menko Polkam Bahas Penanganan Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.