Kemdiktisaintek: Sejumlah Perguruan Tinggi Bergerak Bantu Korban Bencana Gempa Bumi NTT
Selasa, 18 Agu 2026, 12:29 WIBJAKARTA â Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengemukakan sejumlah perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT)Â telah mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.7 di Flores, NTT.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (18/8), mengungkapkan sejumlah pos komando (posko) perguruan tinggi terpantau aktif, yakni Universitas Nusa Nipa, Universitas Muhammadiyah Maumere, STIPER Bajawa, dan Universitas Nusa Cendana (Undana).
"Relawan mahasiswa yang berada di wilayah tidak terdampak juga turut mengambil bagian dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat," katanya.
Menteri Brian menyebut Universitas Mataram telah mengirimkan tim tanggap darurat bersama Pemerintah Daerah NTB, terdiri atas tenaga medis, psikolog klinis, dan personil pendukung, disertai obat-obatan serta kebutuhan dasar.
Sementara itu, tim medis dari Klinik Mu Ende dan Klinik Universitas Muhammadiyah Kupang telah berada di Mbay untuk memberikan layanan kepada masyarakat terdampak.
Selanjutnya, Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) Peduli NTT bersama Rumah Amal Salman juga telah tiba di Labuan Bajo dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat untuk melanjutkan perjalanan menuju Ruteng.
Tim tersebut selanjutnya menargetkan penyaluran bantuan ke wilayah Reok yang terdampak gempa.
"Kemdiktisaintek mengapresiasi respons perguruan tinggi yang bergerak tidak hanya untuk memastikan keselamatan sivitas akademika, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak," ujar Brian.
Dalam kondisi tertentu, lanjut dia, sejumlah akses menuju wilayah terdampak masih sulit dijangkau sehingga koordinasi dan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan.
Selain respons tanggap darurat, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa yang sedang menjalankan aktivitas akademik di wilayah terdampak.
Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur dilaporkan selamat dan telah dievakuasi bersama warga ke wilayah yang lebih aman. Perhatian juga diberikan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Tahun 2026.
"Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi," ucap Mendiktisaintek Brian menegaskan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.
- Kemdiktisaintek
- Penanganan Korban Gempa NTT
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Wayan Koster Fasilitasi Keluarga Pelajar Lolos Paskibraka Nasional 2026.
-
Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen dan Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Pendidikan Aman Serta Nyaman
-
Wamen: Kemendag Perkuat Ketahanan Perdagangan melalui Diversifikasi Pasar
-
Batam Jadi Lokasi “Pabrik AI” Raksasa Nvidia - Firmus, Siap Tampung 170.000 Chip Akselerator AI
-
DPR RI Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.