Khofifah Bangga, Jatim Masih Jadi Lumbung Jagung Terbesar Se-Indonesia

Minggu, 01 Mar 2026, 14:55 WIB

BANYUWANGI – Menggenjot produksi jagung itu bukan cuma soal panen melimpah, tapi soal menjaga dapur tetap ngebul dan industri tetap jalan.

Jagung jadi bahan baku penting, mulai dari pakan ternak sampai kebutuhan pangan. Kalau produksinya seret, efeknya bisa ke mana-mana: harga naik, peternak tertekan, konsumen ikut kena imbas.

Ket. Foto: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Bupati Ipuk Fiestiandani saat panen raya jagung di Banyuwangi, Sabtu (28/2/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Karena itu, dorongan untuk meningkatkan produksi bukan sekadar target angka di atas kertas. Ini soal memastikan petani punya benih unggul, pupuk cukup, dan akses pembiayaan yang memadai.

Di sisi lain, teknologi juga perlu masuk lebih dalam—dari pola tanam yang lebih efisien sampai mekanisasi panen agar hasilnya maksimal dan kerugian bisa ditekan.

Apalagi permintaan jagung terus tumbuh, terutama untuk industri pakan yang menopang sektor perunggasan.

Kalau produksi dalam negeri kuat, ketergantungan impor bisa ditekan. Artinya, ketahanan pangan makin kokoh dan neraca perdagangan juga lebih sehat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut daerah tersebut menjadi kontributor jagung tertinggi di Indonesia dan capaian itu terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak hingga ke daerah termasuk Gerakan Pramuka yang turut memperkuat program ketahanan pangan nasional.

"Jawa Timur sudah melewati ketahanan pangan, dan saat ini menuju kedaulatan pangan. Ini berkat kolaborasi semua pihak," katanya saat panen raya jagung kuartal IV di areal Green Farm Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/2).

Khofifah mengungkapkan produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada 2025 tercatat 4,8 juta ton, dan angka tersebut hampir dua kali lipat dibanding Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton, disusul Sumatera Utara 1,3 juta ton.

Menurutnya, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional juga mendekati 30 persen, yang artinya hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia dipasok dari petani Jawa Timur.

"Saya mengapresiasi dukungan semua pihak mulai Kapolda Jatim, Bupati Banyuwangi, hingga Gerakan Pramuka se-Jatim yang turut menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah," kata Khofifah.

Sementara Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto yang juga hadir dalam kegiatan panen raya jagung di Banyuwangi menyampaikan peningkatan produksi jagung harus diiringi perbaikan kualitas.

"Ke depan, dukungan pemasaran akan kami perkuat agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani," katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan daerahnya selalu mencatat surplus jagung, pada 2025 produksi jagung mencapai 250.596,81 ton atau naik 19 persen dibanding 2024 yang sebesar 209.078 ton, sementara kebutuhan daerah 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus jagung 180.754,50 ton pada 2025.

Selain jagung, kata Ipuk, produksi beras Banyuwangi juga selalu surplus, pada tahun yang sama yakni 2025 produksi beras di daerah itu mencapai 546.923,81 ton, naik 7 persen dari tahun sebelumnya, dengan surplus 383.258,03 ton.

"Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus, saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian dan TNI, semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi," ujarnya.

Panen raya jagung di Green Farm Banyuwangi, merupakan hasil penanaman jagung seluas 50 hektare pada November 2025, dan rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8-10 ton per hektare.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.