Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Truk Tinja Bikin Lingkungan Jadi Bau, Sudinhub Jaksel Cabut Rambu Parkir P Biru Imbas Keluhan Warga

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 21:59 WIB | Oleh:
Truk Tinja Bikin Lingkungan Jadi Bau, Sudinhub Jaksel Cabut Rambu Parkir P Biru Imbas Keluhan Warga Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Ilustrasi mobil tinja.

JAKARTA - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan (Sudinhub Jaksel) mencabut rambu parkir dengan huruf "P" berwarna putih di atas dasar biru di Jalan Tebet Barat 4 karena banyaknya keluhan terhadap parkir truk tinja di kawasan itu.

"Tapi saat ini, karena banyaknya komplain dari masyarakat, maka akan diusulkan untuk pencabutan rambu P biru di lokasi," kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernard Octavianus Pasaribu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (26/2).

Bernard mengatakan bila rambu tersebut sudah dicabut, maka nantinya Sudinhub Jakarta Selatan akan menertibkan truk tinja di lokasi.

Proses pencabutan rambu parkir menjadi syarat mutlak secara regulasi sebelum petugas perhubungan bisa melakukan eksekusi penertiban.

Sudinhub Jakarta Selatan juga berjanji akan segera membersihkan area tersebut dari armada truk yang membandel, segera setelah izin parkir binaan resmi dihapuskan.

Dia mengatakan awalnya, di lokasi itu banyak truk tinja parkir tidak beraturan, kemudian dari Unit Pengelola (UP) Perparkiran berinisiatif untuk menjadikannya lokasi parkir binaan.

Maka itu, pihaknya sebelumnya tidak melakukan penertiban karena lokasi itu merupakan tempat parkir binaan.

"Saat ini ada P biru di lokasi dan karena merupakan binaan jadi, kami tidak menertibkan lokasi tersebut," ucapnya.

Diharapkan upaya ini dapat mengakhiri keluhan warga Tebet Barat yang sudah lama mendambakan trotoar bersih dan sehat.

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @jakarta.infoo, warga di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan mengeluhkan keberadaan puluhan truk tinja yang parkir permanen di atas trotoar.

Keluhan tersebut mencuat dari para penghuni di sepanjang Jalan Tebet Barat 4 yang merasa terganggu dengan pemandangan kumuh serta aroma tidak sedap yang menyengat.

Selain merusak estetika lingkungan, keberadaan kendaraan pengangkut limbah manusia itu juga disebut penyebab kemacetan karena menghalangi jalur pejalan kaki.

Terlebih, warga sebenarnya telah berkali-kali melayangkan laporan melalui aplikasi JAKI, namun diduga tidak mendapatkan respons cepat dari oknum petugas terkait. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.