Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Papua Tengah Siapkan Kurikulum PAUD Berbasis Kearifan Lokal dan Pendidikan Inklusif

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 17:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Papua Tengah Siapkan Kurikulum PAUD Berbasis Kearifan Lokal dan Pendidikan Inklusif Doc: Antara
Ket. Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Disdikbud Papua Tengah Fredy Edowai saat membuka lokakarya penyusunan kurikulum PAUD Provinsi Papua Tengah di Nabire, Rabu (25/2).

Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) berbasis kearifan lokal yang kontekstual dan inklusif.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Disdikbud Papua Tengah Fredy Edowai di Nabire, Rabu, mengatakan penyusunan kurikulum tersebut dilakukan melalui lokakarya yang melibatkan guru dari berbagai kabupaten guna menghasilkan materi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sosial, budaya, bahasa, dan geografis wilayah setempat. 

“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pada fase ini karakter, nilai, kemampuan dasar serta kesiapan belajar anak mulai dibentuk,” katanya. 

Ia mengatakan, penyelenggaraan PAUD tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memperhatikan perkembangan sosial, emosional, budaya, bahasa, serta kebutuhan khusus setiap anak. 

Kondisi Tanah Papua yang memiliki keragaman budaya dan bahasa serta wilayah yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan membuat pendekatan pendidikan tidak dapat diseragamkan sepenuhnya. 

“Kita membutuhkan kurikulum yang benar-benar kontekstual dengan menghargai kearifan lokal, lingkungan alam, budaya masyarakat serta realitas kehidupan anak-anak di kampung maupun perkotaan,” ujarnya. 

Selain itu, komitmen terhadap pendidikan inklusif juga menjadi perhatian utama agar setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memperoleh layanan pendidikan yang ramah dan tanpa diskriminasi. 

Kurikulum PAUD harus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dan semua anak mendapatkan kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Ia menambahkan, lokakarya tersebut diharapkan menghasilkan buku pembelajaran anak berbasis bahasa daerah sehingga lebih mudah diterapkan di satuan pendidikan di seluruh wilayah Papua Tengah.

Ia mengakui tantangan penyusunan dan implementasi kurikulum cukup besar karena harus menjangkau daerah yang jauh seperti Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan.

Disdikbud Papua Tengah, juga berkomitmen meningkatkan kapasitas guru, menyediakan sarana prasarana pendukung, serta mengembangkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan pendidikan anak usia dini.

“Keberhasilan implementasi kurikulum tidak hanya bergantung pada dokumen, tetapi juga komitmen bersama antara pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan melalui pemantauan dan evaluasi berkelanjutan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

UEFA Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia 2030

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
UEFA Tolak Penambahan Peser...
Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.