Mensos: Keluarga Penerima Manfaat Bansos Didorong Masuk Koperasi Desa Merah Putih
Rabu, 25 Feb 2026, 16:10 WIBSERANG - Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) menjadi anggota Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan hal ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi para penerima bansos.
Gus Ipul, panggilan akrabnya, menambahkan saat ini terdapat sekitar 18 juta KPM yang terdata di Kemensos. Menurut dia, program Kopdes Merah Putih akan menjadi jalur utama transformasi dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha.
âKarena itu, seluruh KPM penerima bansos akan didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,â ucap dia, Selasa (24/2).
Pernyataan ini diungkapkannya usai penandatanganan perjanjian kerja sama Kemensos dengan Kementerian Koperasi di Desa Renjang, Kabupaten Serang, Banten. Melalui kerja sama tersebut, Kemensos akan menyerahkan 67 unit kandang ayam petelur. Setiap kandangnya berisi 24 ekor ayam lengkap dengan pakan dan vitamin.
Penerima bantuan tersebut adalah KPM Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Sembako. Melalui program ini mereka diharapkan naik kelas dalam ekosistem koperasi.
Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mengatakan saat ini di Kabupaten Serang telah terbentuk delapan koperasi desa. Menurut dia, kelembagaan tersebut sudah mulai menjalankan aktivitas usaha.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menambahkan koperasi desa akan memperkuat produktivitas dana desa. âAset koperasi ke depan akan menjadi bagian dari aset desa,â ujar dia.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan program pemberdayaan dilakukan secara terpadu lintas kementerian. Menurut dia, kerja sama seperti ini membantu mempercepat pengentasan kemiskinan.
âMelalui kerja sama ini, bansos tetap menjadi jaring pengaman sosial,â ujar dia.
Sedangkan koperasi desa, lanjut dia, akan menjadi tangga kemandirian ekonomi masyarakat. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Sulut Ingin Punya Keluarga Berkualitas, Disdukcapil dan BKKBN Ungkap Strateginya
-
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna dan Udang Vannamei Laris di Pasar Global
-
Biadab, Bapak Perkosa Anak Kandung di Probolinggo
-
Sepak Bola Asean Tercoreng, Pemain Laos Ditangkap, Manipulasi Piala AFF
-
Terindikasi Judol, 1.933 KPM di Sigi Sulteng Dicoret dari Daftar penerima Bansos
-
Tiga Wamenkeu Diuji, Kualitas Keputusan Fiskal Jadi Taruhan
-
Rencana TransJakarta Kelola Transportasi Kepulauan Seribu, Bunda Neneng Minta Nasib Nakhoda Kapal Tradisional Diperhatikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.