Sepak Bola Asean Tercoreng, Pemain Laos Ditangkap, Manipulasi Piala AFF
Jumat, 09 Okt 2026, 00:23 WIBJAKARTA â Sepak bola kawasan Asean tercoreng sebab diduga manipulasi pertandingan dalam Asesan Championship 2026 atau Piala AFF, seorang pemain timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, ditangkap.Â
Berdasarkan laporan The Guardian pada Kamis, penangkapan tersebut berkaitan dengan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.
Lueanthala dilaporkan ditangkap setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyerahkan kasus dugaan pengaturan pertandingan kepada pihak kepolisian. Pemain yang berposisi sebagai winger itu diduga terlibat dalam operasi yang dijalankan sebuah sindikat perjudian yang diyakini berasal dari Vietnam.
Lueanthala ditangkap setelah sejumlah pemain Laos menjalani pemeriksaan polisi sepulang dari pertandingan terakhir fase grup melawan Myanmar pada awal Agustus lalu. Penangkapan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh LFF maupun kepolisian Laos, tetapi Lueanthala disebut saat ini berada dalam tahanan.
Dugaan tersebut mencuat setelah Laos menelan sejumlah kekalahan telak di Piala AFF 2026. Mereka dihajar Myanmar 2-7, setelah sebelumnya kalah 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina.
Narasumber yang mengetahui kasus tersebut menyebut Lueanthala diduga memberikan arahan kepada pemain lain sekaligus menjadi penghubung bagi pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan operasi pengaturan pertandingan.
Berdasarkan The Guardian, LFF mengonfirmasi pada 7 Agustus telah membuka penyelidikan sebelum menyerahkan kasus tersebut kepada kepolisian. Federasi Laos melaporkan dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan.
Kasus ini menambah catatan panjang dugaan pengaturan pertandingan dalam sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa setelah dinyatakan bersalah terlibat dalam upaya memanipulasi pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.
Narasumber yang memahami sepak bola Laos menyebut praktik pengaturan pertandingan telah berlangsung lama. Kondisi finansial pemain disebut menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terlibat.
âSampai tahun lalu, mereka mendapatkan 10 dolar AS per hari ketika bergabung dengan tim nasional,â kata sumber tersebut. Narasumber itu juga mengklaim seorang pemain pernah mengaku mengatur tiga pertandingan dengan bayaran masing-masing 10.000 dolar AS. Praktik pengaturan pertandingan dinilai telah merusak sepak bola Laos, meski negara tersebut memiliki banyak pemain berbakat. âAda begitu banyak bakat,â ujarnya.
Berita Terkait:
-
10 Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia Tahun 2026 Menurut Survey Time Out
-
PLTS Dukung Aktivitas Usaha Nelayan di Batam
-
Bea Cukai Jambi Sita Ribuan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 Juta
-
Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Vs Vietnam di Fase Grup, Menguji Kemampuan Tim
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i Hadir di Indonesia dengan Prosesor Intel Core Series 3 dan NPU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.