Jepang 'Kepincut' Maluku, Dari Ikan Hingga Blok Masela, Negeri Sakura Siap Kucurkan Investasi Besar

Rabu, 25 Feb 2026, 17:34 WIB

AMBON - Pemerintah Provinsi Maluku mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Jepang melalui penjajakan kerja sama strategis yang mencakup sektor perikanan, pendidikan, hingga energi.

Dalam pertemuan di Ambon, Rabu (25/2), Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath bersama Konsul Jenderal Jepang Takonai membahas peta jalan investasi yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan kekayaan alam berkelanjutan. 

Ket. Foto: Pertemuan Pemprov Maluku dengan Konjen Jepang membahas kerja sama strategis di berbagai bidang. — Sumber: ANTARA/Dedy Azis

Tak hanya menyasar proyek skala besar seperti Blok Masela, kolaborasi ini juga membuka pintu bagi lulusan vokasi Maluku untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Negeri Sakura, sekaligus memperkuat rantai pasok ekspor hasil laut Indonesia Timur ke pasar internasional.

“Kami bersama Pak Sekda dan OPD terkait berkomitmen memanfaatkan peluang ini untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.

Ia mengatakan, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama kerja sama, khususnya melalui kolaborasi dengan Universitas Pattimura dan perguruan tinggi lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Maluku.

Selain itu, kata dia, Pemprov Maluku mendorong penguatan pendidikan vokasi dan sekolah menengah kejuruan agar lulusan asal Maluku memiliki peluang bekerja di Jepang, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut.

Di sektor ekonomi riil, Wakil Gubernur Maluku menekankan pentingnya kesiapan sektor pertanian dan perikanan daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan pasar ekspor, termasuk komoditas sayur-mayur dan hasil perikanan. Ia telah meminta dinas terkait untuk meningkatkan kualitas dan standar produksi agar memenuhi persyaratan internasional.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang, Takonai, menyampaikan, Jepang melihat Maluku memiliki potensi besar di sektor perikanan tangkap dan budidaya yang dapat ditingkatkan melalui transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan rantai pasok dan standar mutu ekspor.

Di bidang sumber daya mineral dan energi, Takonai menyebut peluang kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, termasuk dukungan terhadap pengembangan Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis migas nasional.

Selain itu, kerja sama di sektor pendidikan juga menjadi perhatian, baik melalui pertukaran pelajar, beasiswa, maupun peningkatan kompetensi vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tak hanya itu, Pemerintah Jepang juga membuka peluang program hibah untuk pembangunan fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, ambulans, dan infrastruktur layanan dasar lainnya, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Maluku.

Diharapkan melalui perumusan langkah konkret dan dukungan kebijakan yang tepat, kerja sama dengan Pemerintah Jepang dapat terjalin secara berkelanjutan dan saling menguntungkan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.

  • maluku jepang
  • abdullah vanath
  • blok masela
  • investasi perikanan
  • kerja di jepang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.