BRIN Komandoi Proyek Riset Pemuliaan Pisang Liar untuk Ketahanan Pangan Nasional

Senin, 09 Feb 2026, 20:02 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memimpin proyek riset bersama dalam bidang pemuliaan tanaman pisang liar demi mewujudkan ketahanan pangan nasional bahkan global.

Kepala Pusat Riset Rekayasa Genetika BRIN Ratih Asmana Ningrum menyebutkan pisang menjadi salah satu komoditas pangan utama dunia dan menjadi makanan pokok bagi jutaan penduduk, termasuk Indonesia, dan khususnya di beberapa negara Afrika.

Ket. Foto: Pisang tongka langit tanaman endemik Maluku. — Sumber: ANTARA/HO-Unpatti

Meski demikian, terdapat berbagai ancaman yang mengintai produksi pisang, salah satunya penyakit layu Panama yang disebabkan jamur tular tanah Fusarium oxysporum f. sp. cubense, serta penyakit Banana Bunchy Top (BBTV) yang disebarkan oleh serangga.

"Oleh karena itu, pemuliaan varietas pisang yang tahan hama dan penyakit menjadi solusi paling berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Ratih melalui keterangan di Jakarta, Senin (9/2).

Ratih menekankan pemuliaan varietas pisang yang tahan lama menjadi solusi jangka panjang, sebab patogen tular tanah Fusarium sulit dikendalikan dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Sehingga, metode pengendalian konvensional tidak lagi memadai.

Ia menambahkan pemuliaan pisang menghadapi tantangan biologis yang unik karena sebagian besar pisang konsumsi bersifat steril dan poliploid.

Kondisi ini membatasi metode pemuliaan konvensional dan menuntut pendekatan inovatif yang menggabungkan bioteknologi dengan pemanfaatan sumber daya genetik pisang liar.

"Dan kita, di Indonesia, diberkahi keragaman pisang liar yang sangat tinggi. Pisang liar tersebut diduga menjadi nenek moyang dari pisang budi daya," ujarnya.

Oleh karena itu, BRIN menginisiasi untuk membentuk penelitian dalam pemuliaan pisang liar guna mengoleksi dan mempelajari sifat-sifat ketahananan dan sifat-sifat lain yang penting untuk budi daya pisang.

Dalam hal ini, jelas Ratih, plasma nutfah pisang liar yang sifatnya telah diketahui digunakan untuk membentuk genotipe unggul tahan Fusarium dan BBTV, selain sebagai dasar pengembangan varietas unggul lain dengan sifat target lainnya.

Menurut dia, Genotipe-genotipe unggul yang menjadi salah satu output dari proyek ini akan menjadi induk persilangan dalam merekayasa varietas pisang yang sesuai kebutuhan.

Genotipe unggul ini, ungkap Ratih, akan dapat dimanfaatkan oleh sejumlah mitra dalam kerja sama ini, seperti International Institute for Tropical Agriculture (IITA) yang mengelola penyebaran ke petani dan breeder di Afrika, serta oleh BRIN bersama kementerian terkait akan disebarkan juga ke negara Asia Tenggara.

"Dalam penelitian tersebut, digunakan berbagai teknik dari konvensional seperti penyerbukan, juga teknik-teknik modern seperti hibridisasi somatik, gene editing, juga teknik-teknik analisis modern genomik-genotyping, phenotyping, transkriptomik, metabolomik, dan intregrasi teknik tersebut," tutur Ratih Asmana Ningrum.

Diketahui, kegiatan riset ini dipimpin oleh BRIN yang berperan aktif melalui para periset ahli di bidang teknologi omics dan pemuliaan pisang. BRIN berkomitmen penuh dengan menyediakan berbagai dukungan melalui pendanaan, fasilitas laboratorium, dan lahan, serta skema mobilitas periset melalui pembiayaan periset tamu dan beasiswa pascasarjana.

Riset ini juga didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan melibatkan sejumlah peneliti dari BRIN, IPB University, dan Universitas Padjdjaran.

Dari luar negeri, sejumlah peneliti asal University of Queensland (Australia), Wageningen University Research (Belanda), Meise Botanic Gardens and the Alliance of Bioversity International & CIAT (Belgia), Institute of Experimental Botany (Republik Ceko), dan IITA (Nigeria) turut dilibatkan dalam proyek riset ini. Ant

  • budidaya pisang

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.