BPOM Ungkap Pangan Olahan di Lombok Banyak yang Gunakan Zat Berbahaya Boraks
Rabu, 25 Feb 2026, 13:50 WIBMATARAM - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menyatakan senyawa boraks masih menjadi zat berbahaya yang paling sering dipakai dalam proses pembuatan produk pangan olahan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso mengatakan boraks sering disalahgunakan sebagai bahan campuran agar kerupuk menjadi lebih renyah.
"Rata-rata bahan berbahaya boraks ada pada kerupuk terigu," ujarnya dalam sebuah wawancara di Mataram, Rabu (25/2).
Yogi mengungkapkan kegiatan pengawasan takjil dan pangan olahan yang dilakukan pada 2025, pihaknya telah mengambil sekitar 200 sampel dari berbagai wilayah di Pulau Lombok.
Dari hasil uji tersebut ada sebagian kecil sampel masuk kategori tidak memenuhi ketentuan dengan temuan terbanyak berupa boraks.
BBPOM Mataram melakukan pengawasan melalui metode uji sampel menggunakan test kit untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya dalam pangan olahan, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow.
"Kalau positif, kami langsung rujuk ke laboratorium untuk diuji kembali validitasnya sembari kami melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada pelaku usaha," kata Yogi.
Selain temuan boraks, BBPOM Mataram juga mendapati sejumlah produk kedaluwarsa serta kemasan pangan yang rusak atau penyok. Petugas langsung meminta pelaku usaha untuk menurunkan produk rusak dari etalase, memusnahkan, bahkan melakukan pengembalian kepada distributor.
Yogi menyampaikan pangan olahan yang mengandung bahan berbahaya paling banyak ditemukan di Kota Mataram. Hal itu sejalan dengan padatnya populasi penduduk dan pelaku usaha pangan di ibu kota Provinsi NTB tersebut.
"Temuan kami terkait bahan berbahaya masih terfokus di Kota Mataram," ucapnya.
BBPOM Mataram memperketat pengawasan pangan terutama selama periode konsumsi masyarakat yang tinggi, seperti Ramadan, Lebaran, dan hari-hari besar keagamaan lainnya.
Kegiatan pendampingan dan sosialisasi terus dilakukan agar para pelaku usaha pangan olahan memproduksi makanan maupun minuman yang aman dan layak bagi masyarakat di Pulau Lombok.
- Mataram
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
- boraks
- Pangan Olahan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
BPOM Perluas Pengawasan Obat Melalui Sosialisasikan Peraturan Nomor 5 Tahun 2026
-
Herbalife Perkuat Komitmen Syariah
-
BPOM tindak pengedaran ilegal N2O
-
BKN Terapkan WFH, Efisiensi Birokrasi ASN Diklaim Meningkat hingga 33 Persen
-
Rupiah Masih Rawan Tertekan, 1 April 2026
-
Manchester City Jamu Liverpool, Arsenal Kejar Treble Winners di Perempat Final Piala FA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.