Menkeu: Penerimaan Pajak Naik 30 Persen
Selasa, 24 Feb 2026, 12:45 WIBJAKARTA - Kenaikan pendapatan negara terutama oleh penerimaan pajak sebesar Rp116,2 triliun sepanjang Januari 2026, menunjukkan peningkatan 30,7 persen secara tahunan. Tumbuhnya penerimaan pajak terutama berasal dari sektor industri pengolahan dan perdagangan.
"Pertumbuhan pajak di bulan Januari itu tumbuhnya 30,7 persen dibandingkan dengan tahun lalu, ini artinya ada perbaikan ekonomi maupun ada perbaikan dari efisiensi pengumpulan pajak. Saya harap ke depannya akan berlanjut terus," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (23/2).
Purbaya menyatakan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menunjukkan kinerja yang solid hingga 31 Januari 2026. Pendapatan negara telah mencapai Rp172,7 triliun atau tumbuh 9,5 persen dibanding periode yang sama pada 2024.
Sementara dari sisi belanja negara, realisasi pada Januari 2026 sebesar Rp227,3 triliun atau naik 25,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkap dia.
Peningkatan belanja negara salah satunya didorong oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai Rp19,5 triliun pada Januari 2026. Sebagai pembanding, realisasi anggaran untuk program MBG pada Januari 2025 sebesar Rp45 miliar.
Tapi tak hanya MBG, pemerintah juga meningkatkan dan mempercepat realisasi belanja untuk program-program lain seperti revitalisasi sekolah, bantuan sosial, pembangunan irigasi, ketahanan pangan, hingga belanja pegawai. Meski ada percepatan realisasi belanja, Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan APBN tetap kredibel, defisit anggaran terkendali.
"Defisit APBN tercatat mencapai Rp 54,6 triliun atau hanya 0,21 persen dari PDB. Angka ini masih sangat terkendali dan berada dalam koridor desain APBN 2026," ucap dia.
Purbaya optimistis peningkatan pendapatan dan percepatan realisasi belanja negara ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi. "Secara keseluruhan, APBN 2026 tetap berfungsi optimal sebagai shock absorber sekaligus motor penggerak ekonomi," tegas dia.
Dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi, dan defisit yang tetap terkendali, Menkeu optimis APBN akan terus menjaga stabilitas sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2026. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Coppa Italia: Inter Milan Incar Double Winners, Como Siap Bendung Ambisi Nerazzurri
-
Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Cerah Berawan
-
Singkirkan Fernandez, Janice Tjen Melaju ke 16 Besar Dubai Open 2026
-
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Berangkatkan 661 Peserta Mudik Bersama
-
Persija Jakarta Sukses Kalahkan Persik Kediri
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Ramadhan Makin Dekat, Pemkot Surabaya Gebrak Pasar Murah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.