Ramadhan Makin Dekat, Pemkot Surabaya Gebrak Pasar Murah
Rabu, 04 Feb 2026, 20:55 WIBSURABAYA â Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadhan menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah pola konsumsi yang biasanya meningkat.
Program ini berperan sebagai penyangga inflasi pangan dengan memperpendek rantai distribusi serta memastikan ketersediaan komoditas pokok dengan harga terjangkau.
Lebih dari sekadar intervensi pasar jangka pendek, GPM juga mencerminkan kehadiran negara dalam meredam gejolak harga musiman.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pasokan, koordinasi lintas lembaga, serta pengawasan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur menggencarkan kegiatan pasar murah dan juga gerakan pangan murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadhan tahun ini.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma di Kota Surabaya, Rabu (4/2), mengatakan Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan berbagai upaya strategis untuk menekan inflasi di Kota Surabaya.
"Terutama, langkah ini dilakukan untuk menekan inflasi jelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026," ucapnya.
Ia mengatakan, langkah awal yang dilakukan di antaranya Pemkot Surabaya menggelar pasar murah yang dilaksanakan selama sembilan hari secara serentak pada 25 Februari dan 5 Maret 2026. Tidak hanya itu, pemkot juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 10-13 Februari dan 4-11 Maret 2026.
âPada tanggal 10 dan 13 Februari serta 4 dan 11 Maret 2026, kami berkolaborasi dengan Perum Bulog, BUMD, dan swasta," katanya.
Ia mengatakan, komoditas yang dijual di pasar murah dan GPM antara lain beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging ayam ras dan olahannya, daging sapi, dan aneka olahan daging sapi, aneka cabai bawang merah, dan bawang putih.
Selain menggelar pasar murah dan GPM, pemkot juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional, toko swalayan dan gudang atau distributor mulai 11 Februari dan 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, agar inflasi dapat terus ditekan pemkot melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga menggerakkan Kios TPID yang ada di berbagai lokasi, di antaranya di Pasar Genteng Baru, Pasar Tambahrejo, Pasar Karah, Pasar Gubeng Masjid, dan Pasar Balongsari.
âKami juga akan terus melakukan moralsuation kepada masyarakat bahwa ketersediaan bahan pokok di Kota Surabaya masih sangat mencukupi,â ujarnya.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah. Menurut dia, partisipasi warga sangat penting dalam menekan laju inflasi di Kota Surabaya.
âJadi bisa dimulai dari berbelanja bahan pokok secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan atau panic buying,â ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Perkuat Mobilitas dan Distribusi Logistik Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Pelebaran 950 Meter Jalan Wiyung-Menganti Dipercepat untuk Rampung 2026
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda, Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang
-
Menuju Mandalika 2026, Pertamina Gandeng Ojol & Komunitas Motor Nobar MotoGP Misano
-
Lebih 10 Ribu Gempa Susulan di NTT, BNPB Perkuat Monitoring Pelayanan Publik
-
Pemkot Surabaya Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di 7 Tanah Aset
-
Sekjen PBB Serukan Para Pemimpin Dunia Berinvestasi pada Perdamaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.