Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur Bangun Rumah Ibadah dari Kayu Gelondongan

📅 Senin, 23 Feb 2026, 09:13 WIB | Oleh:
Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur Bangun Rumah Ibadah dari Kayu Gelondongan Doc: Antara
Ket. Prajurit TNI berjalan di atas tumpukan kayu di halaman Masjid Pesantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin di Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025).

ACEH TIMUR - Warga Desa Sahraja, Aceh Timur, yang terdampak bencana banjir bandang pada November 2025, membangun rumah ibadah menggunakan kayu gelondongan yang terseret arus banjir.

“Rencananya kami bangun (rumah ibadah) dari sisa kayu,” ujar Rudi Jasa, seorang warga Desa Sahraja yang ditemui di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu (22/2).

Meskipun masyarakat berencana membangun rumah ibadah tersebut dari kayu gelondongan yang terseret arus banjir pada November 2025 yang lalu, Rudi menyampaikan bahwa mereka tetap membutuhkan bantuan pemerintah.

Warga membutuhkan bahan bakar untuk memotong kayu gelondongan yang nantinya akan digunakan untuk membangun musala.

Adapun jumlah kayu gelondongan yang telah ia kumpulkan diperkirakan sekitar 1 ton. Sedangkan, kayu yang ia butuhkan untuk membangun musala sebanyak 5–6 ton.

“Ini (pembangunan musala) persiapan untuk shalat tarawih dan Idul Fitri nanti. Cuma, sekarang kami masih di tenda darurat,” ucap Rudi.

Rudi mengungkapkan terima kasihnya kepada para relawan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah memberikan bantuan berupa tenda untuk menjadi tempat beribadah, bantuan berupa pengeras suara atau toa, dan perangkat ibadah lainnya.

Dengan bantuan-bantuan tersebut, Desa Sahraja yang semula terkendala untuk beribadah karena banjir yang menyapu sarana ibadah, bisa mulai melakukan ibadah pada bulan suci Ramadan.

“Setelah banjir ini memang hilang total. Cuma tinggal bekas. Jadi, kalau masalah kerinduan tempat ibadah, sudah pasti (kami rindu),” kata Rudi.

Desa Sahraja, Aceh Timur, merupakan salah satu desa yang menderita dampak terburuk pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025.

Sebanyak 243 kepala keluarga (KK) di desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah itu kehilangan tempat tinggal, fasilitas umum, serta kebun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.