Pramono Akui Belum Bisa Atasi Banjir, Macet, dan Kemiskinan di DKI

Senin, 23 Feb 2026, 02:10 WIB

JAKARTA - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno mengakui masih ada tiga persoalan utama di Jakarta yang belum sepenuhnya terselesaikan yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan.

“Memang persoalan-persoalan dasar masih ada. Kemacetan masih ada, banjir masih ada, kemudian persoalan polusi masih ada. Dan itu yang ingin minimal bisa dikurangi dari apa yang terjadi saat ini,” kata Pramono dalam acara bertajuk “Satu Tahun Membangun Jakarta Dari Bawah” di Taman Bendera Pusaka, akhir pekan kemarin.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Taman Bendera Pusaka, Jumat (20/2). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Dalam acara tersebut, Rano Karno juga menyebut tahun pertama kepemimpinannya bersama Pramono difokuskan pada program percepatan atau quick win.

Dari 40 program yang dicanangkan, ia mengklaim sekitar 97 persen telah diselesaikan. Namun, ia mengakui capaian tersebut belum terasa maksimal karena pemerintah masih berada pada tahap peletakan fondasi kebijakan.

“Memang tadi saya sama Pak Gub sendiri bertanya. Nggak berasa ya sudah satu tahun, Bang. Kayaknya kita belum mulai apa-apa ini. Kita baru mengerjakan yang kita bilang Quick Win Program. Dari 40 program, alhamdulillah mungkin 97 persen selesai,” papar Rano.

Pada periode 2025 menjadi fase awal percepatan program prioritas, sementara tahun 2026 menjadi tahap penting karena pemerintah mulai menjalankan agenda pembangunan secara penuh melalui perencanaan anggaran daerah.

Untuk mengatasi permasalahan banjir, kata dia, Pemprov DKI mulai mengawali normalisasi dengan pembebasan lahan di sejumlah titik di bantaran Sungai Ciliwung.

Rano meminta warga yang tinggal di bantaran sungai bekerja sama agar program pengendalian banjir dapat berjalan efektif.

“Saya berharap masyarakat Ciliwung yang terkena, kita bisa bekerja sama. Artinya kalau kita nggak bisa kerja sama, sulit bagi kita untuk bisa menyelesaikan masalah banjir di Jakarta,” kata Rano.

Untuk kemacetan, Pemprov DKI berencana menambah armada dan jalur transportasi umum. Selain itu, kerja sama dengan pemerintah daerah sekitar Jakarta juga diperkuat dengan hadirnya Transjabodetabek.

Tiang Monorel

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengatakan akan mengubah kawasan Kuningan terlihat sama seperti Jalan Sudirman-Thamrin sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta yang jatuh pada 22 Juni mendatang.

“Mudah-mudahan sebelum tanggal 22 Juni tahun ini, Jakarta untuk ini Kuningan kurang lebih nanti hampir sama dengan Sudirman-Thamrin. Ada pedestrian, ada tempat untuk selokan, dan taman yang lebih baik,” kata Pramono.

Adapun saat ini, kata Pramono, Dinas Bina Marga masih melakukan pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said.

Nantinya setelah tiang monorel di sepanjang jalan itu selesai dibongkar, Pramono ingin kawasan itu dibuatkan taman sehingga penataan jalan yang lebih baik.

Harapannya, kata dia, Jalan HR Rasuna Said nantinya akan lebih indah dan bebas dari kemacetan.

Sebelumnya Pramono juga sempat meminta agar proses pemotongan tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said dipercepat.

“Untuk tiang monorel, sebelumnya saya mencanangkan selesai di bulan September. Tetapi setelah melihat kerjaan di lapangan, saya minta dipercepat,” kata Pramono.

Pramono mengatakan jika dulunya pengerjaan satu tiang menghabiskan waktu satu hari, kini ia ingin empat hingga lima tiang bisa diselesaikan dalam sehari.

Pramono menyebut hal itu kini sudah diterapkan di lapangan. Dengan demikian pengerjaan akan bisa diselesaikan lebih cepat.

“Untuk yang pemotongan, kebetulan kemarin saya lewat, yang dilakukan sekarang adalah yang ada betonnya. Sehingga untuk beton ini pasti memerlukan waktu yang lebih lama. Tapi yang tiang-tiang saja hampir semuanya sudah terpotong,” jelas Pramono.

Pramono juga menegaskan anggaran sebesar 100 miliar rupiah bukan hanya untuk pembongkaran tiang. Jumlah anggaran tersebut sudah termasuk dengan pembuatan selokan, penataan jalan dan pedestrian, hingga pembuatan taman.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.