Membina Karyawan yang Bermasalah
Senin, 23 Feb 2026, 06:54 WIBPertanyaan:
Bu Rossa, ada satu orang karyawan di perusahaan kami yang sering sekali bermasalah. Mulai dari datang terlambat, berantem dengan karyawan lain, melewati deadline, tidak memberi kabar saat dinas luar, dan sebagainya. Sudah berkali-kali ditegur dan diingatkan tapi masih juga mengulangi kesalahannya. Mohon advisnya Bu Rossa, bagaimana cara membina karyawan seperti ini.
Jawaban:
Menghadapi karyawan yang sering bermasalah memang menguras energi, tapi sebelum melangkah ke pemutusan hubungan kerja (PHK), ada seni pembinaan yang bisa menyelamatkan talenta dan produktivitas tim.
Berikut adalah panduan strategis untuk membina karyawan âtoxicâ atau berkinerja rendah secara efektif dan profesional.
Identifikasi Akar Masalah (Bukan Hanya Gejala)
Karyawan bermasalah biasanya hanyalah âpuncak gunung esâ. Masalah perilaku seringkali berakar dari hal-hal yang tidak terlihat. Jangan langsung menghakimi; lakukan pendekatan diagnosis terlebih dahulu.
Masalah Personal:Â Masalah keluarga, kesehatan, atau keuangan.
Ketidakcocokan Role:Â Keahlian mereka tidak sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
Budaya Kerja:Â Merasa tidak dihargai dengan rekan kerja lain.
Burnout:Â Kelelahan kronis yang bermanifestasi menjadi sikap apatis atau emosional.
Lakukan Percakapan ÂâSatu lawan Satuâ yang Privat
Jangan pernah menegur karyawan bermasalah di depan umum. Hal ini hanya memicu defensifitas dan rasa dendam.
Gunakan Data:Â Alih-alih berkata âKamu malas,â katakan âSaya mencatat kamu datang terlambat 5 kali dalam dua minggu terakhir.â
Jadilah Pendengar Aktif:Â Berikan ruang bagi mereka untuk menjelaskan sudut pandang mereka. Terkadang, mereka hanya butuh didengar untuk mulai berubah.
Susun Performance ÂImprovement Plan (PIP)
Jika teguran lisan tidak mempan, saatnya masuk ke tahap formal. PIP adalah dokumen terstruktur yang berisi (lihat tabel):
Berikan Feedback Âsecara Real-Time
Jangan menunggu evaluasi tahunan untuk mengoreksi kesalahan. Pembinaan yang efektif dilakukan secara berkelanjutan.
Tips:Â Gunakan metode âSandwichâ (Pujian - Kritik Membangun - Harapan Positif) untuk menjaga motivasi mereka tetap terjaga meski sedang Âdikoreksi.
Dokumentasikan Segalanya
Sebagai pemimpin, dokumentasi adalah pelindung Anda. Catat setiap diskusi, janji yang dibuat karyawan, dan pelanggaran yang berulang. Ini penting jika di masa depan Anda harus mengambil tindakan disipliner yang lebih berat.
Kapan Harus âMelepaskanâ?
Membina bukan berarti mempertahankan tanpa batas. Jika setelah semua upaya dilakukan karyawan tetap:
Menunjukkan sikap tidak mau belajar.
Melanggar kode etik berat (kejujuran/pelecehan).
Memberi dampak buruk yang masif pada moral anggota tim lainnya.
Maka, melepas mereka adalah bentuk perlindungan terhadap karyawan lain yang sudah bekerja dengan baik. hay

- SURAT BU ROSSA
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
PU Pastikan Kesiapan Jalan Nasional di Jatim untuk Hadapi Arus Mudik Lebaran
-
Persiapan Menghadapi Bencana
-
Perang Iran: Kapasitas LNG Qatar Lenyap 17% hingga Lima Tahun Ke Depan
-
Polda Metro Jaya Gercep Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kebon Pala Jaktim
-
Kemlu Pastikan WNI yang Dipulangkan dari Iran Tiba di Tanah Air Hari Ini
-
Tips Berinvestasi Emas
-
Astindo Dorong Diversifikasi Destinasi Pariwisata di NTT Agar Tak Terpusat di Labuan Bajo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.