Gerak Cepat Atasi Karhutla, Khofifah: BNPB Kirim Satu Helikopter 'Water Bombing' Tambahan ke Bromo
Sabtu, 08 Agu 2026, 00:20 WIBMALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirimkan satu unit helikopter pengebom air atau water bombing tambahan untuk mempercepat pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Bromo, pada Sabtu (8/8).
"Tadi pagi baru sampai satu unit dan telah melakukan penguatan pemadaman, rencana besok pagi ada tambahan helikopter perbantuan dari BNPB, sekarang masih ada di Banjarmasin dan besok menuju (Bandara) Abd (Abdulrachman) Saleh. Semoga dua armada ini bisa memaksimalkan water bombing," kata Khofifah di Gunung Bromo, Jawa Timur, Jumat.
Pengerahan dua helikopter sebagaimana pernyataan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (5/8).
Ia menyampaikan pelaksanaan pemadaman kobaran api di kawasan Bromo melalui jalur udara dilaksanakan hari ini dengan terlebih dahulu memaksimalkan satu unit helikopter pengebom air bantuan BNPB yang telah tiba dan mengandalkan satu drone milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Pelaksanaan pemadaman dengan helikopter itu dimulai sekitar pukul 14.30 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB.
Proses pemadaman difokuskan menyasar area tebing yang masih terdapat kepulan asap, yakni di area tebing Blok Jantur.
Helikopter water bombing memiliki kapasitas atau daya angkut air sebesar 1.000 liter atau 1 ton.
"Izin dari Abdulrachman Saleh hanya bisa beroperasi sampai setengah 5 (sore)," ucap dia.
Dia juga menyebut untuk luasan area yang terbakar di kawasan Bromo terus bertambah, dari awal 7,9 hektare berkembang menjadi 44 hektare, dan per pagi tadi mencapai 170an hektare.
Khofifah optimistis dengan kehadiran helikopter tambahan, proses pemadaman api bisa tuntas Sabtu (7/8).
Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto, mengemukakan, helikopter water bombing beroperasi empat kali sorti, dengan estimasi waktu tempuh 15 menit dari titik pengambilan air di Ranu Pani menuju Gunung Bromo.
Kemudian, Gatot menyampaikan, operasi pemadaman kebakaran melalui udara dengan memanfaatkan helikopter water bombing pada besok akan dimulai pukul 07.00 WIB
Sedangkan, unit tambahan diperkirakan sudah bisa beroperasi sekitar pukul 09.00 WIB.
"Besok kalau mulai pagi dan tanpa halangan bisa lebih dari 50 sorti untuk dua heli," ucap Gatot.
Kendati demikian, ia menyatakan, kelancaran operasi pemadaman juga bergantung pada kondisi cuaca yang kerap kali menjadi tantangan bagi regu gabungan.
"Cuaca di Bromo mudah berubah, angin kencan dan terkadang kalau sore seperti ini sudah turun kabut tapi semoga besok menjadi hari baik sehingga bisa optimal," tuturnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Kemendag Sebut Festival Belanja yang Terintegrasi dengan Pariwisata Dorong Ekonomi
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
-
Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun
-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.
-
Kebakaran Hutan Tak Kunjung Padam, Pemerintah Tetapkan Operasi Darat Ujung Tombak Penanganan Karhutla
-
Karhutla Meluas, BMKG Deteksi Lonjakan 2.671 Titik Panas di Sumatera
-
Satu Rumah di Bangka Tengah Terkena Dampak Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.