- Home
-
- Luar Negeri
-
- Gelombang Panas Hantam Pra...
Gelombang Panas Hantam Prancis, Panen Jagung Anjlok 35 Persen ke Level Terendah Sejak 1980
Sabtu, 08 Agu 2026, 01:00 WIBPARIS â Produksi jagung Prancis pada 2026 diperkirakan merosot tajam hingga 35 persen menjadi sekitar 9 juta ton, level terendah sejak 1980. Penurunan tersebut dipicu kombinasi gelombang panas, kekeringan, berkurangnya luas tanam, serta meningkatnya biaya produksi.
Kementerian Pertanian Prancis melalui departemen statistiknya, Jumat (7/8), memperbarui proyeksi hasil panen setelah mempertimbangkan dampak gelombang panas yang melanda pada fase-fase penting pertumbuhan tanaman jagung.
Sebelumnya, Asosiasi Umum Produsen Jagung Prancis memperkirakan produksi jagung tahun ini mencapai 9,5 juta ton atau turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir membuat prospek panen semakin memburuk.
Produktivitas jagung diperkirakan hanya mencapai 70,3 kuintal per hektare, turun 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan hasil panen ini disebabkan oleh kombinasi suhu tinggi dan kekeringan yang menghambat pertumbuhan tanaman.
Selain faktor cuaca, luas lahan jagung juga menyusut karena banyak petani beralih menanam komoditas lain seperti bunga matahari atau membiarkan lahannya tidak ditanami untuk menekan biaya produksi yang terus meningkat.
Kementerian Pertanian memperkirakan luas area tanam jagung turun sekitar 21 persen pada 2026. Penurunan produktivitas sebesar ini disebut sebagai yang paling tajam sejak 2003.
Lonjakan biaya pupuk akibat konflik di Timur Tengah turut memperberat beban petani. Meski demikian, harga jagung di pasar global belum mengalami kenaikan signifikan karena pasokan dunia masih relatif melimpah.
Sementara itu, tanaman serealia musim dingin, seperti gandum, dinilai tidak terlalu terdampak gelombang panas. Namun, komoditas tersebut tetap menghadapi tantangan berupa curah hujan musim dingin yang berlebihan.
Dalam pembaruan proyeksi terbarunya, Kementerian Pertanian Prancis hanya sedikit merevisi perkiraan panen serealia menjadi 46,1 juta ton, dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 46,3 juta ton yang diumumkan pada pertengahan Juli.
- Krisis Iklim
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.