Nelayan Bengkulu Dapat Bantuan Sarpras, Pemkot Usulkan Rp500 Juta ke Pemerintah Pusat

Kamis, 11 Jun 2026, 19:03 WIB

KOTA BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, mengusulkan bantuan anggaran sebesar 500 juta rupiah ke pemerintah pusat untuk mendukung kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) kelompok perikanan di daerah tersebut.

Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk pengadaan berbagai bantuan yang dibutuhkan masyarakat perikanan, mulai dari alat tangkap ikan, cool box, rak atau tempat penyimpanan hasil tangkapan, hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Ket. Foto: Aktivitas nelayan saat menjemur ikan di kawasan Pantai Malabero Kota Bengkulu, Kamis (11/6). — Sumber: ANTARA/Anggi Mayasari

"Anggaran yang kami usulkan sekitar 500 juta rupiah dan akan dibagi untuk kelompok tangkap, kelompok budi daya, maupun kelompok pengolahan. Bantuan ini memang sangat diharapkan oleh kawan-kawan kelompok perikanan. Tinggal melihat apakah nantinya tersedia alokasi dana untuk merealisasikannya," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu Will Hopi di Bengkulu, Kamis.

Ia menyebut usulan anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah (pemda) dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pelaku sektor perikanan. Namun demikian realisasi program masih bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.

Nantinya jika usulan anggaran tersebut disetujui, pihaknya akan menyalurkan ke tiga kelompok perikanan yang ada di Kota Bengkulu, seperti kelompok pengolahan hasil perikanan, kelompok nelayan tangkap, serta kelompok budi daya perikanan

Untuk total penerima nantinya terdiri atas 23 kelompok pengolahan, 36 kelompok nelayan tangkap, dan 32 kelompok budi ,daya yang menjadi sasaran program bantuan tersebut. Kemudian pembagian bantuan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar para nelayan dan kelompok perikanan untuk bersabar apabila usulan tersebut belum dapat terealisasi pada tahun anggaran 2026, sebab DKP Kota Bengkulu akan terus memperjuangkan program bantuan tersebut pada tahun berikutnya apabila terkendala keterbatasan anggaran.

"Kami berharap agar para nelayan dan pelaku usaha perikanan di Kota Bengkulu dapat memperoleh dukungan yang memadai untuk meningkatkan hasil produksi, kualitas produk, serta daya saing sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir," sebut Will.

Sementara itu sebanyak 23 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah tersebut telah siap menerima bantuan budi daya ikan dari pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Melalui program budi daya ikan, seperti bioflok, bibit ikan, dan lainnya, menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi yang akan diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu.

"Untuk Kota Bengkulu saat ini sudah ada 23 KDKMP yang siap menerima bantuan budi daya ikan. Bantuan yang diberikan nantinya berupa bioflok, bibit ikan dan juga pakan ikan," sebut Will.

Nantinya setiap KDKMP akan mendapatkan tiga titik budi daya ikan dan masing-masing titik tersebut akan disiapkan sekitar 20 hingga 24 unit bioflok yang digunakan sebagai media pemeliharaan ikan. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.