Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guncang Dunia dari Milan! Mahasiswa UI Ciptakan RunSight, Alat AI yang Bikin Tunanetra Bisa Berlari Sendiri

📅 Senin, 23 Feb 2026, 17:40 WIB | Oleh:
Guncang Dunia dari Milan! Mahasiswa UI Ciptakan RunSight, Alat AI yang Bikin Tunanetra Bisa Berlari Sendiri Doc: ANTARA/HO-Humas UI
Ket. Tim Labmino UI terdiri atas Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim ini mengembangkan RunSight, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI).

DEPOK - Kesenjangan akses olahraga bagi penyandang disabilitas visual kini menemukan titik terang melalui tangan dingin Tim Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia (UI).

Tim Labmino dari Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) yang terdiri atas Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim berhasil mengembangkan RunSight, sebuah perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.

“Kami ingin memastikan perangkat ini tidak hanya canggih, tetapi juga ringan dan hemat daya. Tujuan utamanya adalah membuka akses olahraga yang lebih inklusif bagi teman-teman disabilitas visual,” ujar Anthony dalam keterangannya, Senin. 

Ide RunSight muncul dari pengalaman seorang teman yang gemar berolahraga namun mengalami katarak dan kesulitan melihat garis di trek lari.

Tim kemudian melakukan validasi dan menemukan bahwa permasalahan serupa juga dialami oleh banyak penyandang gangguan penglihatan lainnya. Dari situlah pengembangan solusi dimulai.RunSight memanfaatkan sensor dan sistem pemrosesan AI untuk membaca kondisi lingkungan sekitar pengguna secara realtime.

Perangkat ini memberikan panduan yang membantu pengguna mengenali jalur serta menghindari rintangan saat berlari. Dalam pengembangannya, tim tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan, efisiensi energi, dan potensi biaya produksi yang lebih terjangkau.

Tim Labmino terpilih sebagai Global Ambassador dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT), kompetisi inovasi internasional yang mendorong generasi muda menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab tantangan sosial.

Perjalanan Tim Labmino dalam Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dimulai pada Mei 2025 melalui tahap penyisihan nasional dengan pengumpulan concept paper.

Tim kemudian melaju ke semifinal dan final nasional, sebelum akhirnya lolos ke tahap South East Asia and Oceania Selection dan Global​​​​​​​ Selection pada akhir 2025.

Mereka tampil dalam kegiatan seremonial bagi para Global Ambassador diselenggarakan di Milan, Italia, pada 8–10 Februari 2026.

Menurut Anthony, proses panjang tersebut menjadi ruang pembelajaran yang membentuk cara pandang tim terhadap inovasi.

“Kami belajar bagaimana menghubungkan empati dengan teknologi. Tantangannya bukan hanya membuat alat yang berfungsi, tetapi memastikan solusi itu benar-benar relevan dan bisa diterapkan,” katanya.

Inovasi Tim Labmino ini membuat Indonesia untuk pertama kalinya meraih predikat Global Ambassador dan menjadi satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang berhasil mencapainya.

Atas prestasi tersebut, Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berangkat dari empati dan kepedulian sosial. Inilah esensi
pendidikan tinggi menghasilkan solusi nyata yang memberi dampak luas bagi masyarakat," katanya.

Ke depannya, UI akan mendorong ekosistem inovasi yang kolaboratif dan inklusif agar semakin banyak karya mahasiswa yang dapat berkontribusi di tingkat internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.