- Home
-
- Megapolitan
-
- Penerima KJP dan KJMU 2026...
Penerima KJP dan KJMU 2026 Capai 700 Ribu Orang, Anggaran Tembus Rp2 Triliun
Minggu, 22 Feb 2026, 13:22 WIBJAKARTAÂ - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan program bantuan pendidikan tetap menjadi prioritas dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan daerah. Melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp2 triliun dari APBD.
Program KJP tercatat diberikan kepada 707.513 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Jakarta. Sementara itu, KJMU menjangkau 16.920 mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan tinggi di sejumlah perguruan tinggi.
Gubernur menegaskan bahwa program dasar seperti bantuan pendidikan tidak akan dikurangi maupun diubah. Keberlanjutan anggaran disebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akses pendidikan bagi warga kurang mampu.
"KJP diberikan kepada 707.513 siswa dengan total anggaran kurang lebih Rp1,6 triliun," ujar Gubernur dalam paparannya. Ia menambahkan bahwa KJMU diberikan kepada 16.920 mahasiswa sebagai dukungan pembiayaan pendidikan tinggi.
Secara keseluruhan, anggaran KJP dan KJMU menyerap sekitar Rp2 triliun dalam struktur belanja daerah. Pemerintah menilai intervensi fiskal ini penting untuk mencegah anak putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Selain bantuan pendidikan formal, Pemprov DKI juga tetap menyalurkan program perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Kartu Lansia, Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta, dan Kartu Anak Jakarta menjangkau sekitar 213.000 penerima manfaat.
Gubernur menyampaikan bahwa kebijakan pendidikan gratis di sekolah swasta telah lebih dulu dijalankan sebelum adanya putusan Mahkamah Konstitusi. Sebanyak 40 sekolah swasta di Jakarta telah digratiskan sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan.
"Walaupun keputusan MK telah diputuskan untuk sekolah swasta gratis, Jakarta telah memulai terlebih dahulu," kata Gubernur. Ia menegaskan langkah tersebut merupakan inisiatif daerah untuk memastikan pemerataan kesempatan belajar.
Pemerintah daerah menilai bantuan pendidikan menjadi instrumen strategis dalam menekan ketimpangan sosial di Jakarta. Konsistensi anggaran serta ketepatan sasaran disebut sebagai faktor kunci agar dana triliunan rupiah tersebut benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ke depan, evaluasi terhadap data penerima manfaat akan terus dilakukan untuk memastikan program tetap adaptif terhadap kebutuhan warga. Pemerintah berharap keberlanjutan KJP dan KJMU mampu menjaga angka partisipasi sekolah sekaligus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda ibu kota.
- Bantuan Pendidikan
- Pemprov DKI Jakarta
- KJP
- Anggaran Pendidikan
- KJP Plus
- KJMU
- Program KJP Gratis Masuk Ancol
- Program Sekolah Gratis
- Sekolah Gratis
- Dana APBD DKI
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pelatihan Mengemudi Becak Listrik Digelar di Tangerang
-
Kanada Perkuat Industri Strategis Guna Lawan Tarif AS
-
PLN Sukses Amankan Pasokan Listrik Rakornas TPAKD 2026.
-
Dari Garis Batas Hingga Medan Latihan, Wapang TNI Pastikan Kesiapan di Nunukan.
-
Titik Api Karhutla di Kawasan Lereng Gunung Sumbing Dilaporkan Telah Padam
-
Pemkot Pariaman Kembali Usulkan Festival Hoyak Tabuik Masuk KEN 2027 Kemenpar.
-
Masa Tenang Pilkakon, Polres Pringsewu Perketat Pengawasan Ruang Digital
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.