- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Sebut Pasukan Polan...
Russia Sebut Pasukan Polandia Ikut Bertempur di Garis Depan Ukraina, Dugaan Keterlibatan NATO Menguat
Jumat, 07 Agu 2026, 00:06 WIBMOSKOW - Russia mengklaim telah menemukan keberadaan personel asal Polandia yang bertempur bersama pasukan Ukraina di garis depan. Temuan tersebut disebut memperkuat dugaan bahwa kontraktor militer dan sukarelawan dari negara-negara anggota NATO kini memainkan peran yang semakin besar dalam perang Rusia-Ukraina.
Menurut laporan Military Watch Magazine, personel Russia dari Brigade Senapan Motor ke-110 yang tergabung dalam Grup Tempur Pusat mengaku mengidentifikasi sejumlah warga Polandia saat pertempuran di wilayah Krasnoyarskoye.
Operator drone Russia, Ilya Gavazin, mengatakan para personel tersebut dikenali dari seragam bergaya NATO, lencana yang mereka kenakan, serta senapan produksi Polandia yang digunakan.
"Ada tiga orang saat itu. Setelah diserang drone kami, mereka melarikan diri ke kawasan hutan," ujar Gavazin kepada televisi pemerintah Rusia, TV Zvezda.
Russia menyatakan pasukannya berhasil merebut Krasnoyarskoye pada 30 Juli lalu.
Sebelumnya, pada akhir Juli, Rusia juga mengklaim mendengar percakapan berbahasa Polandia di wilayah Konstantinovka. Wakil Komandan Batalyon Pertama Resimen ke-1194 Rusia yang dikenal dengan nama sandi "Yusa" mengatakan tentaranya mendeteksi keberadaan warga Polandia yang ikut bertempur bersama unit penyerang Ukraina.
Laporan mengenai keterlibatan personel Polandia sebenarnya telah muncul sejak beberapa tahun terakhir. Pada Desember 2023, jurnalis Polandia Zbigniew Parafianowicz mengungkap keterangan sejumlah pejabat negaranya yang menyebut personel pasukan khusus Polandia telah menjalankan operasi di Ukraina sejak awal 2022.
Menurut pengakuan salah seorang perwira yang dikutip Parafianowicz, sebagian personel dikirim menggunakan skema cuti berbayar sehingga secara administratif tidak lagi bertugas aktif ketika berada di Ukraina.
Selain itu, Korps Sukarelawan Polandia juga disebut menjadi salah satu wadah bagi mantan personel militer yang bergabung membantu Ukraina. Pada Februari 2026, parlemen Polandia bahkan mengesahkan undang-undang yang memberikan perlindungan hukum kepada warga negaranya yang ikut bertempur dalam perang Rusia-Ukraina.
Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya ketergantungan Ukraina terhadap pejuang asing akibat kekurangan personel di garis depan.
Selain warga Polandia, sumber-sumber pertahanan Rusia menyebut jumlah kontraktor dan sukarelawan asal Kolombia juga meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Mereka bahkan diklaim menjadi kelompok pejuang asing terbesar yang saat ini bertugas bersama Angkatan Bersenjata Ukraina.
Di sisi lain, Rusia mengaku terus memprioritaskan serangan terhadap personel asing yang bergabung dengan Ukraina. Salah satu insiden yang paling sering dikutip Moskow adalah serangan rudal pada Januari 2024 terhadap sebuah fasilitas yang diklaim menampung kontraktor asal Prancis.
Meski demikian, sejumlah klaim Rusia mengenai keberadaan pasukan asing di Ukraina belum dapat diverifikasi secara independen. Pemerintah Polandia maupun NATO juga tidak mengakui adanya pengerahan resmi personel militer aktif ke medan perang Ukraina. Selama ini, Warsawa menegaskan dukungannya kepada Kyiv diberikan dalam bentuk bantuan militer, pelatihan, dan logistik, sementara warga Polandia yang bertempur di Ukraina disebut bertindak secara sukarela, bukan sebagai bagian dari operasi resmi negara.
- Konflik Russia - NATO
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Satu Bom Mampu Lenyapkan 310 Ribu Warga Moskow, Finlandia Bersiap Menjadi Pangkalan F-35 Bersenjata Nuklir di Garis Depan Perbatasan Russia
-
Pemkot Semarang Siapkan Pos Permanen Cegah Kecelakaan Silayur
-
Tingginya Kasus HIV di Karawang Disumbang Perilaku Gay
-
Komando Marinir Inggris Mencegat Armada Kapal Bayangan Russia di Selat Inggris
-
Ruang Ekspresi Seniman di Batang Art Festival 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.