Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino
Jumat, 07 Agu 2026, 00:00 WIBPenting menjaga keterisian air di sejumlah waduk untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, air baku, hingga pembangkit listrik tenaga air. Jika perlu, akan dilakukan operasi modifikasi cuaca.
Fenomena El Nino tahun ini menunjukkan penguatan yang signifikan dan diperkirakan menjadi salah satu tantangan utama Indonesia pada musim kemarau tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat El Nino telah memasuki kategori kuat dengan potensi berkembang menjadi sangat kuat, sehingga berisiko memicu penurunan curah hujan, kekeringan, hingga meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Untuk mengulik lebih dalam perkembangan El Nino 2026, langkah mitigasi yang disiapkan pemerintah, serta dampaknya terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan mewawancarai Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.
Bagaimana kondisi El Nino di Indonesia saat ini berdasarkan pemantauan BMKG?
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, El Nino 2026 saat ini sudah berada pada kategori kuat dengan indeks ENSO mencapai +1,59. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan proyeksi sebelumnya, bahkan masih berpotensi berkembang menjadi kategori sangat kuat.
Kapan BMKG mulai mendeteksi perkembangan fenomena ini?
BMKG sebenarnya sudah memberikan peringatan sejak pertengahan Maret 2026 ketika El Nino masih diproyeksikan berada pada kategori moderat. Selanjutnya, pada 2 Juni 2026, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menetapkan El Nino telah aktif.

ANTARA/FAKHRI HERMANSYAH
Dampak utama El Nino terhadap kondisi cuaca di Indonesia?
El Nino menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Dampaknya, musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Pada bulan Agustus hingga September 2026, curah hujan diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah.
Kondisi kering ini akan berlangsung hingga tahun depan?
El Nino diperkirakan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan atau hingga Mei 2027. Namun, itu bukan berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau selama periode tersebut. Ketika musim hujan mulai datang sekitar pertengahan Oktober 2026, pengaruh El Nino terhadap curah hujan di Indonesia akan berangsur melemah.
Wilayah yang diperkirakan paling terdampak?
Dampaknya tidak merata. Wilayah di selatan garis khatulistiwa seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, dan Sumatera bagian selatan diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang. Sementara itu, wilayah seperti pantai barat Sumatera dan Kalimantan bagian utara diperkirakan tidak mengalami penurunan curah hujan yang signifikan.
Langkah utama yang disiapkan BMKG untuk mengantisipasi dampak tersebut?
Kami fokus pada dua hal. Pertama, menjaga ketersediaan air melalui pengisian waduk menggunakan operasi modifikasi cuaca jika kondisi memungkinkan. Kedua, mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan melakukan pembasahan pada kawasan gambut dan wilayah yang rawan atau sudah terbakar.
Kapan risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncaknya?
Risiko mulai meningkat sejak Juli dan diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Agustus hingga September 2026. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini.
Rekomendasi BMKG untuk sektor pertanian menghadapi El Nino?
Kami mendorong percepatan waktu tanam sebelum puncak kekeringan, penggunaan varietas tanaman berumur genjah, pengaturan distribusi air pada fase kritis pertumbuhan tanaman, serta membatasi ekspansi pertanian di wilayah yang sangat rentan terhadap kekeringan.
Mengapa BMKG mengimbau petani menyesuaikan pola tanam selama El Nino?
Karena El Nino menyebabkan curah hujan berkurang sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan lebih panjang. Penyesuaian waktu tanam diperlukan agar masa panen tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau yang berisiko menurunkan hasil produksi atau bahkan menyebabkan gagal panen.
Samakah dampak El Nino di seluruh Indonesia?
Tidak. Dampaknya berbeda-beda di setiap wilayah karena dipengaruhi dinamika atmosfer dan kondisi suhu permukaan laut di Indonesia. Jadi, tidak semua daerah akan mengalami penurunan curah hujan dengan tingkat yang sama.
Langkah yang dilakukan BMKG untuk menjaga ketersediaan air?
BMKG bersama para pemangku kepentingan melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan pasokan air ke sejumlah waduk. Air tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian, air baku, hingga pembangkit listrik tenaga air.
Bagaimana dengan sektor kesehatan?
Kami merekomendasikan peningkatan pemantauan kualitas udara, penguatan sistem peringatan dini berbasis konsentrasi PM2.5, peningkatan kapasitas fasilitas kesehatan, serta pemantauan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
Pesan BMKG kepada masyarakat menghadapi musim kemarau tahun ini?
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan, menggunakan air secara bijak, serta mengikuti informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG agar dampak El Nino dapat diminimalkan.
Ada istilahclimate intelligence. Ini apa dan mengapa penting bagi sektor transmigrasi?
Climate intelligence adalah pendekatan yang mengolah data cuaca, iklim, dan risiko hidrometeorologi menjadi rekomendasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Informasi ini penting agar pembangunan kawasan transmigrasi dapat disesuaikan dengan kondisi iklim saat ini maupun proyeksi perubahan iklim di masa depan.
Bagaimana informasi iklim bisa bermanfaat ke pengembangan kawasan transmigrasi?
Informasi iklim dapat menjadi dasar dalam menentukan komoditas unggulan, pola tanam, pengelolaan sumber daya air, hingga arah pengembangan kawasan. Dengan begitu, pembangunan menjadi lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.
Pengaruhnya perbedaan iklim di Indonesia terhadap perencanaan pembangunan?
Indonesia memiliki 699 Zona Musim dengan karakteristik iklim yang berbeda-beda. Karena itu, setiap wilayah memerlukan perencanaan yang disesuaikan dengan kondisi iklimnya agar pembangunan lebih efektif dan berkelanjutan.
Dampak potensi El Nino 2026 terhadap kawasan transmigrasi?
El Nino 2026 diprakirakan dapat memperpanjang musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini perlu diantisipasi melalui pemanfaatan informasi iklim agar penentuan komoditas, pengelolaan air, dan mitigasi risiko dapat dilakukan lebih baik.
Kalaulayanan impact-based forecast yang dikembangkan BMKG?
Layanan impact-based forecast tidak hanya menyampaikan prakiraan cuaca dan iklim, tetapi juga memberikan informasi mengenai dampaknya terhadap masyarakat, infrastruktur, sektor pertanian, hingga kawasan permukiman. Ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan.
CaraBMKG mendukung pemerintah daerah dalam pemanfaatan informasi iklim?
BMKG didukung oleh 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang memberikan informasi, rekomendasi teknis, dan pendampingan kepada pemerintah daerah maupun masyarakat agar kebijakan yang diambil didasarkan pada informasi iklim yang akurat.
Harapan BMKG melalui kerja sama dengan Kementerian Transmigrasi?
BMKG berharap sinergi tersebut dapat menghasilkan kawasan transmigrasi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim, tangguh menghadapi risiko hidrometeorologi, serta mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Kapanoperasi modifikasi cuaca (OMC) di Jakarta?
Operasi modifikasi cuaca dilakukan secara situasional, terutama ketika Jakarta mengalami Hari Tanpa Hujan yang cukup panjang. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada keberadaan awan. Jika tidak ada awan, OMC tidak bisa dilakukan. Tujuannya agar hujan dapat turun sehingga suhu udara di Jakarta menjadi lebih sejuk.
Syarat utama agar operasi modifikasi cuaca bisa dilakukan?
Syarat utamanya adalah masih tersedia awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Tanpa awan, proses modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan karena tidak ada media yang bisa dimanfaatkan untuk memicu hujan.
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan OMC di Jakarta?
BMKG bekerja sama dengan BPBD Jakarta. Selain itu, di beberapa gedung tinggi juga dipasang ground-based generator untuk membantu memicu pembentukan hujan saat terdapat awan yang memenuhi syarat.
Cara kerja ground-based generator tersebut?
Ketika terdeteksi ada awan yang dinilai cukup baik untuk menghasilkan hujan, alat tersebut akan melepaskan uap air atau flare ke atmosfer. Proses ini diharapkan dapat membantu memicu turunnya hujan di wilayah Jakarta.
Kapan mulai mempertimbangkan pelaksanaan OMC?
OMC dipertimbangkan ketika hujan tidak turun selama sekitar dua hingga tiga pekan. Dalam kondisi tersebut, suhu udara cenderung meningkat dan kualitas udara di Jakarta juga berpotensi memburuk.
Tujuan utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Jakarta?
Jelas untukmembantu menurunkan suhu udara, meningkatkan peluang turunnya hujan saat kondisi memungkinkan, serta memperbaiki kualitas udara ketika Jakarta mengalami periode kering yang cukup panjang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Redaktur Pelaksana
Berita Terkait:
-
Media Sosial Ubah Cara Mahasiswa Mencari Kost, Ini Temuan Terbaru Cove
-
Alphonso Davies, Siap Menuntaskan Kisah yang Terhenti
-
Daftar Negara yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Saja yang Melaju ke Fase Gugur?
-
Sinner Hadapi Ujian Berat di Wimbledon, Djokovic dan Zverev Siap Panaskan Persaingan
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.