Kejar Rafale F5 Berkemampuan Rudal Hipersonik Nuklir dan Drone Tempur Masa Depan, Prancis akan Hadapi Kekurangan Jet Tempur hingga 2033

Jumat, 07 Agu 2026, 00:07 WIB

PARIS - Prancis mengambil langkah yang cukup berani dalam program modernisasi angkatan udaranya. Pemerintah memutuskan menunda pengiriman sekitar 20 jet tempur Rafale yang semula dijadwalkan diterima pada 2031–2032 menjadi 2033–2034. Keputusan itu diambil agar seluruh pesawat tersebut langsung diproduksi dengan standar terbaru, yakni Rafale F5, yang digadang-gadang menjadi tulang punggung kekuatan udara Prancis pada masa depan.

Dari Defence Security Asia, kebijakan tersebut telah disahkan melalui revisi Undang-Undang Perencanaan Militer Prancis 2024–2030. Alih-alih membeli lebih banyak Rafale F4 untuk memenuhi kebutuhan saat ini, Paris memilih mengarahkan anggaran pada pengembangan Rafale F5 beserta drone tempur siluman pendamping atau loyal wingman yang nantinya akan beroperasi sebagai satu kesatuan sistem tempur.

Ket. Foto: Rafale F5 juga dipersiapkan sebagai platform utama rudal hipersonik nuklir ASN4G, yang akan menggantikan rudal generasi sebelumnya sebagai bagian dari strategi pencegahan nuklir Prancis pada dekade mendatang. — Sumber: Istimewa

Meski demikian, keputusan itu bukan tanpa risiko. Penundaan pengiriman pesawat baru dikhawatirkan mengurangi kesiapan tempur Angkatan Udara dan Antariksa Prancis dalam beberapa tahun ke depan, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Eropa dan Timur Tengah. Walau target kepemilikan 225 pesawat tempur pada 2035 tetap dipertahankan, jeda pengiriman dapat membebani armada Rafale yang saat ini masih aktif menjalankan berbagai misi, mulai dari operasi luar negeri hingga tugas pencegahan nuklir.

Kepala Staf Angkatan Udara dan Antariksa Prancis, Jenderal Jérôme Bellanger, bahkan mengingatkan bahwa kebutuhan pesawat tambahan bersifat mendesak. Ia menyatakan militernya memerlukan lebih banyak jet sebelum Rafale F5 siap memasuki layanan sekitar 2033. Jika pengembangannya kembali mengalami keterlambatan, Prancis disebut bisa saja membeli Rafale F4 tambahan atau mengurangi sebagian komitmen operasionalnya.

Rafale F5 sendiri diproyeksikan membawa lompatan teknologi yang signifikan. Pesawat ini akan dibekali radar AESA generasi baru, sistem peperangan elektronik yang lebih canggih, komputer misi berdaya komputasi tinggi, serta mesin Safran M88 T-REX yang menawarkan peningkatan daya dorong sekitar 20 persen. Kemampuan tersebut dirancang untuk menghadapi lingkungan pertempuran modern yang semakin kompleks.

Tak hanya itu, Rafale F5 juga akan mampu bekerja sama dengan drone tempur siluman dalam konsep operasi kolaboratif. Drone tersebut diproyeksikan menjalankan misi berisiko tinggi, seperti menembus pertahanan udara lawan, melakukan pengintaian, hingga mendukung serangan, sehingga pilot Rafale dapat mengendalikan operasi dari jarak yang lebih aman.

Di sisi lain, Rafale F5 juga dipersiapkan sebagai platform utama rudal hipersonik nuklir ASN4G, yang akan menggantikan rudal generasi sebelumnya sebagai bagian dari strategi pencegahan nuklir Prancis pada dekade mendatang.

Dengan strategi ini, Prancis pada dasarnya mempertaruhkan kesiapan tempur jangka pendek demi memperoleh armada yang jauh lebih modern setelah 2033. Keberhasilan langkah tersebut akan sangat bergantung pada kelancaran pengembangan Rafale F5 dan drone tempur pendampingnya, tanpa mengalami penundaan lebih lanjut.

  • Rafale F5

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Korea Selatan Jadi Pelopor, Legalkan Hak Cipta untuk Karya Musik AI

Alonso Sambut Haru Kembalinya Mudryk, Chelsea Takluk 0-1 dari Juventus di Hong Kong

Apresiasi Nasabah Setia, BRI RO 7 Jakarta 2 Serahkan Hadiah Umrah Program BRImo 2026

Review 'One Night Only': Romansa Komedi Seks Tanpa Adegan Seks, Menawan Tapi Gagal Satukan Cinta dan Distopia

Heboh Rumor The Batman Part II & Part III Syuting Back-to-Back, Ini Fakta di Balik Rumornya

Rybakina, Pegula, dan Gauff Melaju ke Babak Ketiga WTA Toronto

Kejar Rafale F5 Berkemampuan Rudal Hipersonik Nuklir dan Drone Tempur Masa Depan, Prancis akan Hadapi Kekurangan Jet Tempur hingga 2033

Pertandingan Pramusim: Arteta Puas Meski Arsenal Dipermalukan Betis

Russia Sebut Pasukan Polandia Ikut Bertempur di Garis Depan Ukraina, Dugaan Keterlibatan NATO Menguat

Ukraina Sebut Ada 16.000 Relawan Asing dari 72 Negara di Garis Depan Perang, Amerika Latin Terbesar

Pertandingan Pramusim: Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Derby Milan di Perth Berakhir Imbang

Infantino Dapat Dukungan Penuh FIFA, Minta Maaf atas Kontroversi Rencana Privatisasi Piala Dunia

Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan?

Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya

Bursa Pilgub Jatim, Pakar Politik Unair Ungkap Lia Istifhama Punya Kelebihan Gaet Gen Z

Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino

Krisis Air Mengintai, Kementerian PU Intervensi 492 Lokasi)

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.