Biar Belanja Tetap Tenang, Pemkot Depok Awasi Harga Pangan Selama Ramadhan
Minggu, 22 Feb 2026, 14:10 WIBDEPOK â Ramadhan itu identik dengan naiknya aktivitas belanja. Dari kebutuhan sahur sampai menu berbuka, perputaran pangan biasanya meningkat tajam.
Karena itu, pengawasan dan pemantauan harga jadi hal penting agar suasana tetap adem dan tidak muncul kepanikan di tengah masyarakat.
Dengan pemantauan rutin, pemerintah bisa cepat mendeteksi kalau ada lonjakan harga yang tidak wajar atau gangguan distribusi.
Pedagang pun merasa lebih tertata karena ada rambu-rambu yang jelas, sementara pembeli bisa berbelanja dengan tenang tanpa takut harga tiba-tiba melonjak drastis.
Dengan kata lain, pengawasan bukan untuk membatasi, tapi untuk menjaga keseimbangan. Supaya Ramadhan tetap fokus pada ibadah dan kebersamaan, bukan malah diwarnai keresahan soal harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat memperkuat pengawasan dan pemantauan harga pangan selama Ramadhan di pasar tradisional dan ritel untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Dadan Rustandi, Minggu (22/2), mengatakan bersama sejumlah unsur terkait, rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok agar tidak melonjak terlalu tinggi.
"Kami bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polda Metro Jaya, Polres Depok, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) rutin melakukan monitoring di pasar tradisional dan ritel modern," katanya.
Monitoring dilakukan untuk memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) di bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Berdasarkan hasil pemantauan, beras medium dan premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), masing-masing Rp13.500/kilogram (kg) dan Rp14.900/kg.
Minyakita juga terpantau tetap Rp15.700/liter, tetapi cabai rawit merah mencapai Rp120.000/kg, menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling tinggi.
Menurut Dadan, peningkatan permintaan menjelang Idul Fitri menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga di pasaran.
Untuk itu, Pemkot Depok terus melakukan pemantauan harian sejak 14 Januari guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar maupun praktik penimbunan.
âPemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga, memastikan distribusi lancar, serta melindungi daya beli masyarakat,â tegasnya.
Dengan sinergi lintas instansi dan pengawasan berkelanjutan, Pemkot Depok optimistis kebutuhan pangan masyarakat menjelang Idul Fitri tetap terpenuhi dengan harga yang relatif stabil.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bogor Tak Mau Warganya Hadapi Masalah Air Bersih Saat Lebaran
-
Cara Simpel Agar Gizi Anak Tetap Terpenuhi Selama Puasa
-
Klaten Dilanda Banjir Parah akibat Talud Rusak
-
One Way Nasional Dimulai Besok 18 Maret Pukul 10 Pagi, Cek Rute Mudik Anda
-
Depok Night Run Ramadan 2026, Ajang Salurkan Energi dan Semangat Anak Muda Cegah Tawuran Remaja
-
Gubernur Pramono: Tak Ada Negosiasi! Lapangan Padel Wajib Tutup Jam 8 Malam
-
BPBL Batam Targetkan Panen 1 Ton Lobster Kualitas Ekspor Akhir Tahun Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.