Pasangan Lansia Jatuh di Galian Gorong-gorong Kerabat Wali Kota Surabaya, Pemkot Investigasi Menyeluruh Proyek

Minggu, 14 Jun 2026, 15:59 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, datang langsung menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada Edhy Parlyn di Jalan Kawatan 7, Bubutan pada Sabtu (13/6) malam. Edhy merupakan suami dari almarhumah Laila Endriati yang meninggal dunia akibat insiden kecelakaan terperosok ke dalam lubang proyek saluran air. 

Kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Margorejo Indah, tepatnya di depan Plaza Marina, pada Jumat (12/6) sekitar pukul 19.55 WIB.

Ket. Foto: Wali Kota Eri juga sempat berbincang dengan keluarga mengenai kronologi kejadian. Diketahui, di lokasi proyek sebenarnya sudah dipasang pembatas (barrier). Namun, posisinya tidak rapat sehingga menyisakan celah di bagian tengah. — Sumber: Istimewa

Dalam kunjungannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa peristiwa ini bukan sekadar hilangnya nyawa seorang warga, melainkan duka keluarga. Almarhumah Endri diketahui ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan Wali Kota Eri.

Wali Kota Eri menceritakan, dirinya baru mengetahui kabar duka itu pada Sabtu pagi pasca kepulangannya dari ibadah haji. Mengingat statusnya yang masih dalam masa cuti, ia sempat terkejut saat perwakilan keluarga mengabarkan berita duka tersebut. 

“Kampung Kawatan ini adalah kampung yang kekeluargaannya luar biasa. Saya lahir di sini, yang ikut membesarkan saya, ya Mbak Endri dan Cak Sera. Makanya tadi pagi saya minta izin ke keluarga untuk datang malam hari setelah salat Isya, agar bisa ikut tahlilan sekaligus silaturahmi lebih lama, bukan sekadar bersalaman lalu pulang," ujar Wali Kota Eri, usai takziah. 

Wali Kota Eri juga sempat berbincang dengan keluarga mengenai kronologi kejadian. Diketahui, di lokasi proyek sebenarnya sudah dipasang pembatas (barrier). Namun, posisinya tidak rapat sehingga menyisakan celah di bagian tengah. Celah itulah yang tidak sengaja dimasuki oleh sepeda motor korban saat berkendara di malam hari.

Akibat insiden ini, Wali Kota Eri menegaskan, akan memberikan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan keteledoran. Ia akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terkait penerapan SOP pengamanan proyek, untuk memastikan apakah sudah dijalankan dengan baik atau tidak.

“Ini peringatan keras saya buat kontraktor dan kepala dinas. Karena kemarin saya cuti, saya tidak bisa memberikan teguran. Tapi hari ini cuti saya sudah berakhir. Saya berikan teguran keras. Saya akan lihat dokumen Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS), pengamanannya seperti apa. Kalau pengamanan proyek tidak dilakukan dan dinasnya diam saja, saya akan beri sanksi seberat-beratnya,” tegas Wali Kota Eri. 

Wali Kota Eri bahkan tidak segan-segan mengambil tindakan tegas, apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kelalaian fatal dari jajaran internal Pemkot Surabaya.

“Seluruh proyek di Surabaya keamanannya harus sesuai dengan RKS dan penawarannya. Kalau sampai tidak dijalankan, berarti dinasnya tidak tepat. Saya copot itu kepala dinasnya, saya tunggu hasil investigasi Inspektorat dalam tiga sampai empat hari ke depan untuk mencari tahu siapa yang bertanggungjawab, apakah Pimpinan Proyek (Pimpro) atau Kepala Dinasnya,” tambahnya.

Ia meluruskan bahwa ketegasan ini diambil bukan semata-mata karena korban masih saudara, melainkan demi keselamatan seluruh warga Kota Pahlawan. “Pembangunan untuk menyelesaikan banjir boleh dijalankan, tapi tidak boleh mengorbankan nyawa warga Kota Surabaya,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kota Surabaya, Wali Kota Eri juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada suami korban dan seluruh keluarga besar di Kawatan. Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak terulang kembali. 

Untuk mencegah kejadian serupa, Wali Kota Eri meminta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Kota Surabaya untuk melaporkan proyek-proyek Pemkot yang dinilai membahayakan atau minim rambu penanda.

“Saya mohon bantuan warga kota. Jika melihat ada proyek yang tidak ada penandanya, tolong segera laporkan ke hotline saya. Biar kami bisa memberikan sanksi dan mengantisipasi sebelum jatuh korban, bukan bergerak setelah ada kejadian,” pungkas Wali Kota Eri. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.