Nilai Transfer Capai 3,2 Triliun Rupiah, Anderson Tak Gentar dengan Tekanan di Manchester City

Jumat, 14 Agu 2026, 06:58 WIB

MANCHESTER — Elliot Anderson tidak ingin harga transfer fantastis menjadi beban. Gelandang baru Manchester City itu justru menjadikan nilai transfernya sebagai motivasi untuk segera memberikan kontribusi dan membayar kepercayaan klub dengan trofi.

Anderson bergabung dengan City dari Nottingham Forest pada bulan Juli lalu dalam transfer yang menurut laporan media Inggris dapat mencapai 116 juta poundsterling atau sekitar 3,2 triliun rupiah. Nilai tersebut membuat pemain berusia 23 tahun itu menjadi pemain Inggris termahal kedua sepanjang sejarah.

Ket. Foto: Elliot Anderson. — Sumber: Manchester City

Kini, Anderson berpeluang menjalani debut hanya beberapa hari setelah tiba di Etihad Stadium. Manchester City akan menghadapi Arsenal dalam Community Shield pada hari Minggu.

“Saya sangat senang,” kata Anderson, Kamis (13/8), setelah menjalani sesi latihan pertamanya bersama manajer baru City, Enzo Maresca.

“Para pemain menyambut saya dengan sangat baik dan latihan berjalan dengan bagus.”

Anderson menyadari sorotan besar akan mengiringi setiap penampilannya akibat nilai transfer tersebut. Namun, pemain internasional Inggris itu memilih tidak terlalu memikirkan angka yang melekat pada namanya.

Ia ingin performa di lapangan menjadi jawaban atas pertanyaan mengenai apakah dirinya layak dihargai dengan banderol sebesar itu.

“Ini kesempatan untuk memenangkan trofi pada pekan pertama Anda di klub,” ujar Anderson.

“Saya ingin menunjukkan kepada semua orang apa yang bisa saya lakukan. Saya berusaha untuk tidak terlalu fokus pada hal tersebut, tetapi saya yakin sepanjang musim depan saya bisa menunjukkan kemampuan terbaik saya.”

Anderson datang ke Manchester City setelah tampil impresif bersama Nottingham Forest. Perkembangannya membuat ia mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional Inggris sekaligus menarik perhatian sejumlah klub elite.

Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi bagian dari skuad bertabur bintang milik City.

Anderson juga memberikan kesan positif mengenai pendekatan Maresca dalam sesi latihan pertamanya.

Menurutnya, perhatian pelatih asal Italia itu terhadap detail permainan menjadi salah satu hal yang paling menonjol sejak kedatangannya di Manchester.

“Saya pikir dia sangat memperhatikan detail. Saya sudah melihatnya dalam beberapa sesi latihan pertama,” kata Anderson.

Ia masih membutuhkan waktu untuk memahami secara penuh peran yang diinginkan Maresca. Namun, Anderson menyebut dirinya sebagai gelandang box-to-box yang dapat memberikan kontribusi di kedua sisi lapangan.

“Saya punya sedikit dari semuanya. Saya bisa bertahan dengan baik, saya juga bisa menyerang. Jadi saya hanya akan memberikan segala yang saya punya untuk membantu klub,” ujarnya.

Kesempatan pertama Anderson untuk membuktikan kemampuannya bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Manchester City akan menghadapi Arsenal dalam Community Shield pada Minggu. Pertandingan tersebut mempertemukan juara Piala FA dengan juara Premier League musim lalu.

Jika dimainkan, Anderson akan menjalani debut kompetitif dalam pertandingan yang langsung menghadapkan dirinya dengan salah satu rival utama City.

Bagi Anderson, situasi tersebut justru menjadi kesempatan ideal untuk memulai karier di klub barunya.

City mengakhiri musim lalu sebagai runner-up Premier League dan kini berambisi kembali merebut gelar liga.

Setelah Community Shield, Manchester City akan memulai kampanye Premier League dengan menghadapi Bournemouth pada 23 Agustus.

Anderson berharap perjalanan barunya bersama City tidak sekadar diwarnai transfer bernilai besar, tetapi juga trofi dan kontribusi nyata di lapangan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.