DPR AS Siap Pemungutan Suara Guna Akhiri Penutupan Pemerintah Federal

Kamis, 13 Nov 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON -Upaya untuk mengakhiri penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) terlama dalam sejarah pada Rabu (13/11) waktu setempat, menuju pemungutan suara terakhir, sementara Presiden Donald Trump menyatakan kemenangan dalam pertarungan politik tersebut dan Partai Demokrat justru terpecah karena kesepakatan itu.

Dikutip dari Channel NewsAsia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS diperkirakan akan melakukan pemungutan suara pada Rabu terhadap rancangan undang-undang pengeluaran guna mengakhiri kebuntuan selama enam minggu, setelah delapan senator dari Partai Demokrat membelot pada Senin untuk berpihak kepada Partai Republik pimpinan Trump.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump — Sumber: AFP/Brendan SMIALOWSKI

Dalam pidato Hari Veteran di Taman Makam Pahlawan Arlington, Trump sempat berhenti sejenak untuk memuji Ketua DPR dari Partai Republik Mike Johnson dan Pemimpin Mayoritas Senat John Thune.

“Selamat kepada Anda, kepada John, dan kepada semua orang atas kemenangan besar ini,” kata Trump ketika melihat Johnson di antara para hadirin.

“Kita membuka kembali negara kita seharusnya negara ini tidak pernah ditutup,” tambah Trump, menentang tradisi presiden AS yang biasanya tidak menjadikan acara seremonial sebagai ajang pencapaian politik.

Trump kemudian mengatakan bahwa ia memperkirakan DPR yang dikuasai Partai Republik akan menyetujui RUU untuk mendanai pemerintahan hingga Januari.

“Hanya orang-orang yang membenci negara kita yang ingin melihat negara ini tetap tertutup,” katanya kepada ESPN.

Perhitungan Serius

Para pemimpin Partai Demokrat bertekad menentang RUU pendanaan pemerintahan tersebut, terutama karena rancangan itu tidak secara langsung mengatur perpanjangan subsidi asuransi kesehatan yang akan berakhir pada akhir tahun ini.

Namun, RUU tersebut kemungkinan besar akan lolos di DPR karena hanya membutuhkan mayoritas sederhana, yang kini dimiliki secara tipis oleh Partai Republik.

Sejak awal, Trump menekan Partai Demokrat dengan membiarkan penutupan pemerintahan berlangsung sekeras mungkin dan menolak bernegosiasi terkait tuntutan mereka mengenai asuransi kesehatan.

Satu juta pegawai federal tidak menerima gaji, bantuan pangan bagi warga berpenghasilan rendah terancam, dan para penumpang pesawat menghadapi ribuan pembatalan serta penundaan menjelang libur Thanksgiving.

Menteri Perhubungan Sean Duffy memperingatkan pada Selasa bahwa kekacauan bisa semakin parah pada akhir pekan jika penutupan pemerintahan berlanjut, karena para pengatur lalu lintas udara tidak dapat dibayar dan otoritas akan memerintahkan perlambatan lebih lanjut dalam lalu lintas penerbangan.

“Anda akan melihat maskapai penerbangan melakukan perhitungan serius apakah mereka akan terus terbang atau berhenti total,” kata Duffy kepada wartawan di Bandara Internasional O’Hare, Chicago.

Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa para pemilih semakin menyalahkan partai Trump seiring penutupan pemerintahan yang berlangsung hingga melewati hari ke-40.

  • Kebijakan AS

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.