Prabowo Bertemu USINDO dan USABC, Babak Baru Perdagangan RI–AS di Depan Mata

Kamis, 19 Feb 2026, 06:10 WIB

JAKARTA – Pentingnya diplomasi bisnis dan dagang Amerika Serikat tak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi global.

Melalui negosiasi tarif, perjanjian perdagangan, hingga kemitraan investasi, AS berupaya menjaga akses pasar bagi produk dan perusahaannya sekaligus melindungi kepentingan domestik.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto (enam kiri) menghadiri Business Summit di Gedung USCC, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat. — Sumber: ANTARA/Hafidz Mubarak A.

Diplomasi ini menjadi instrumen strategis untuk memperluas pengaruh ekonomi, membangun rantai pasok yang aman, serta merespons dinamika geopolitik yang kian kompetitif.

Di tengah rivalitas dagang dan fragmentasi ekonomi dunia, kemampuan AS menyelaraskan kepentingan politik luar negeri dengan agenda bisnis menjadi kunci.

Tanpa diplomasi yang terukur, potensi hambatan perdagangan, perang tarif, atau pembatasan teknologi dapat mengganggu stabilitas pasar global.

Karena itu, diplomasi bisnis bukan sekadar aktivitas negosiasi, melainkan bagian dari strategi menjaga daya saing dan kepemimpinan ekonomi di tingkat internasional.

Presiden RI Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2) waktu setempat, dengan menemui Kamar Dagang Amerika Serikat (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bersama beberapa menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Pertemuan itu, yang disebut sebagai "Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia", digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) yang juga menjadi salah satu agenda utama lawatan Presiden Prabowo di Washington DC.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat, didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Sementara itu, dari kalangan pengusaha, ada Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, saat ditemui sebelum pertemuan berlangsung, menjelaskan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi komunitas usaha dua negara untuk memanfaatkan perjanjian timbal balik yang nantinya akan ditandatangani bersama-sama oleh Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.

"Kita ketahui trade (nilai perdagangan dua negara, red.) ini bagus, sudah 45 miliar dolar AS. Tujuannya (ada perjanjian ART, red.) dibikin supaya lebih seimbang. Tentu ini akan memberikan banyak kesempatan bagi pengekspor Indonesia, terutama di bidang sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, juga bagi pengusaha Amerika di bidang kapas, gandum, dan juga soybean. Nah, tetapi bukan itu saja, dengan kita bisa di sini memikirkan apa investasi yang bisa dibawa ke Indonesia karena investasi akan sangat berarti untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan juga memanfaatkan momentum yang ada," katanya.

Pada kesempatan sama, Anindya menjelaskan komunitas-komunitas usaha AS yang ditemui Presiden Prabowo, seluruhnya merupakan mitra Kadin Indonesia.

"Semua ini adalah mitra kerja sama dengan Kadin, di mana bulan Mei 2025 kita sudah tanda tangani (dokumen kerja sama, red.) dengan US Chamber (USCC, red.), US-ASEAN, dan juga (kami) punya hubungan panjang dengan USINDO," kata Anindya.

Presiden Prabowo dan Presiden Trump dijadwalkan meneken dokumen perjanjian timbal balik, yang turut mencakup ketentuan mengenai tarif, saat keduanya melaksanakan pertemuan bilateral di Washington DC.

  • Presiden Prabowo Subianto
  • perjanjian perdagangan timbal balik

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.