Pemerintah Pantau Kondisi Awal Puasa, Pasokan dan Harga Ayam di Sulbar Terkendali
Kamis, 19 Feb 2026, 14:32 WIBJAKARTA â Memasuki bulan suci Ramadan, konsumen di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dipastikan membeli ayam dengan harga stabil. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan harga ayam relatif terkendali, meski sempat muncul pemberitaan adanya kenaikan harga.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Polewali Mandar, Fitriani, menegaskan bahwa kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar.
âAda kenaikan tapi masih wajar dan di bawah HAP yang ditetapkan pemerintah,â ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Ia mengatakan pemantauan langsung telah dilakukan bersama lintas instansi. âSaya turun langsung ke Pasar Sentral Pekkabata bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta anggota Bareskrim Polri,â tambahnya.
Fitriani menjelaskan, harga ayam hidup saat ini sekitar Rp70.000 per ekor dengan berat rata-rata 2,5 kilogram. âHarga per ekor di pasar saat ini Rp70.000, dengan berat rata-rata 2,5 kilogram. Jadi per kilogramnya hanya sekitar Rp28.000. Harga tersebut tidak jauh dari HAP yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp25.000 untuk per kilogram ayam hidup ditingkat produsen atau peternak,â jelas Fitriani.
Artinya, jika dihitung secara riil, harga di tingkat konsumen masih berada dalam rentang aman dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Dari sisi pasokan, konsumen juga tidak perlu khawatir karena ketersediaan ayam cukup bahkan cenderung berlimpah. âPasokan ayam di Polewali Mandar cukup aman. Bahkan saat ini menjelang Ramadan para pedagang menyetok ayam dua kali lipat dari biasanya,â ungkapnya.
Ia menambahkan kenaikan menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman.
âHal tersebut wajar karena permintaan tinggi. Di sini ada budaya syukuran menjelang Ramadan dan biasanya memotong ayam. Tapi setelah dua sampai tiga hari harga akan stabil kembali. Nanti menjelang Lebaran baru ada kenaikan lagi,â tambahnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Nur Kadar, menyampaikan kondisi harga di Provinsi Sulawesi Barat masih terkendali.
âHarga di tingkat peternak Rp23.000 - 25.000 per kg dan di konsumen Rp70.000âRp75.000 dengan berat 2,5 kilogram. Sementara yang Rp80.000 beratnya sekitar 3 kilogram,â jelasnya.
Ia memastikan stok protein hewani di wilayah tersebut aman bagi masyarakat.
âUntuk Sulawesi Barat, stok ayam dan telur aman, tercukupi,â tegasnya.
Dari tingkat nasional, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, memastikan negara hadir melindungi konsumen melalui pemantauan harga dan pasokan secara langsung. Ia menegaskan kebijakan pemerintah diarahkan agar konsumen tetap memperoleh pangan dengan harga terjangkau tanpa merugikan pelaku usaha.
âSesuai arahan Menteri Pertanian, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, sehat, utuh, dan halal dengan harga terjangkau, sementara pedagang tetap mendapatkan margin yang wajar,â ujar Agung saat dikonfirmasi di Kantor Kementan Jakarta (18/2/2026).
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menyatakan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga ini pun stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main," kata Mentan Amran, Senin (16/2/2026).
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, sembilan komoditas strategis tercatat dalam posisi surplus produksi. Kesembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Kementerian Pertanian menegaskan pemantauan harga akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha hingga Idulfitri guna memastikan distribusi lancar, harga tetap stabil, dan masyarakat terus mendapatkan pangan protein hewani yang aman serta terjangkau.
- Sulawesi Barat
- Ramadan
- harga ayam
- Harga Pangan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Akselerasi Energi Nabati: Kementan Gandeng Danantara, Solusi atau Tantangan Baru?
-
Warga Panik karena Harga-harga Naik
-
Harga Pangan Siang Ini, Cabai Rawit Merah Rp80.000/Kg, Telur Ayam Rp30.550/Kg
-
Harga Cabai Sudah Mencapai Rp90.000
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
Sejumlah Harga Bahan Pangan Alami Kenaikan di Pasar Senen Jakarta
-
DPR RI dan Parlemen Inggris Perkuat Kolaborasi di Bidang Konservasi Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.