- Home
-
- Megapolitan
-
- Ormas Dilarang Keras 'Swee...
Ormas Dilarang Keras 'Sweeping' Warung Makan, Polda Metro Jaya: Jangan Main Hakim Sendiri
Kamis, 19 Feb 2026, 18:16 WIBJAKARTA - Polda Metro Jaya secara tegas mengimbau seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk tidak melakukan aksi penertiban sepihak atau sweeping terhadap rumah makan yang tetap beroperasi pada siang hari selama bulan Ramadan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menekankan bahwa menjaga kekhusyukan ibadah puasa harus dibarengi dengan semangat toleransi terhadap warga yang tidak berpuasa.
Senada dengan pihak kepolisian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyatakan tanggung jawabnya dalam menjamin situasi Ibu Kota tetap kondusif, seraya menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi aksi main hakim sendiri yang dapat mencederai kerukunan antarumat beragama.
"Dihimbau untuk ormas tidak melaksanakan 'sweeping' (penertiban/razia ilegal), di umah makan, karena memang ada juga saudara-saudara kita yang tidak melaksanakan ibadah puasa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Budi juga menjelaskan dengan tidak melakukan hal itu maka akan meningkatkan dan membangun rasa toleransi antarumat beragama.
"Kami hanya memberikan himbauan. Artinya, untuk kita lebih bijak untuk tidak melaksanakannya," katanya.
Dia juga menambahkan kepada masyarakat untuk melaporkan apabila melihat adanya tempat hiburan malam yang melebihi atau mendahului jam buka operasional.
"Ada layanan 110 apabila melihat mungkin adanya tempat hiburan yang melebihi jam buka ataupun mendahului yang harusnya buka setelah tarawih dimulai jam 21.00 WIB, tapi buka lebih sore," kata Budi.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI secara tegas melarang organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk merazia rumah makan selama Ramadhan tahun ini guna menjaga ketertiban dan kerukunan di Ibu Kota.
"Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada 'sweeping',â kata Gubernur DKI Pramono Anung di Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Jakarta, Sabtu (14/2).
Pramono menegaskan bahwa menyambut Ramadhan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan.
Ia mengatakan, sebagai kepala daerah dirinya bertanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif, terutama karena Jakarta merupakan kota dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Menurut dia, momentum Ramadhan harus menjadi ajang memperkuat toleransi antarumat beragama, bukan justru memunculkan permasalahan sosial.
- pramono anung
- polda metro jaya
- toleransi beragama
- ramadan 2026
- sweeping ormas
- larangan razia
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Wah Kok Terus Terulang: Korban Kejahatan Malah Menjadi Tersangka. Bagaimana Ini Pak Kapolri?
-
BMKG: Curah Hujan di NTB Masih Tinggi pada Awal Februari 2026
-
BRIN Siapkan SDM untuk Operasikan PLTN Pertama pada 2032
-
Polda Metro Jaya Tangkap 4 Pelaku Begal yang Viral di Medsos
-
Bayar Utang Atau Zakat Fitrah, Mana yang Harus Didahulukan? Ini Kata Kemenag DKI
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Kebakaran Ujung Murung Banjarmasin Tengah
-
Gubernur Pramono Sentil Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral Baru Perbaiki Jalan Rusak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.