Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapur MBG Dirusak, Polres Lombok Timur Tangkap 4 Terduga Pelaku

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dapur MBG Dirusak, Polres Lombok Timur Tangkap 4 Terduga Pelaku Doc: Polres Lombok Timur
Ket. Terduga pelaku perusakan dapur MBG yang diamankan Polres Lombok Timur Provinsi NTB di Lombok Timur, Kamis (19/2/2026).

LOMBOK TIMUR - Tim Opsnal Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap empat orang terduga pelaku tindak pidana perusakan bangunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Madrasah Unwanul Falah di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga.

Keempat terduga pelaku yang diamankan Polres Lombok Timur tersebut di antaranya AS (25), HM (34), SM (22), dan AM (20).

"Mereka ditangkap setelah melakukan perusakan bangunan MBG di Madrasah Unwanul Falah," kata Kasi Humas Polres Lombok Timur Ipda Bram di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan modus operandi para pelaku adalah merobohkan gerbang dan membuangnya ke sungai dan merusak atap serta pintu bangunan.

Dampak perbuatan pelaku, korban atas nama Muh Tohir mengalami kerugian sebesar Rp30 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur.

Tim Opsnal Polres Lombok Timur melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku di rumah mereka tanpa perlawanan.

"Saat ini, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (17/2) malam, sekelompok warga di Desa Paok Lombok Kecamatan Suralaga Lombok Timur melakukan aksi perusakan dapur Makan Bergizi Gratis yang berdiri di komplek yayasan Pondok Pesantren Unwanul Palah Paok Lombok.

Warga melakukan perusakan dengan menggunakan linggis dan benda keras lainnya di dapur MBG tersebut sambil mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas.

Sementara itu, aksi perusakan itu dilakukan karena buntut tidak terima dibangun dapur MBG di lingkungan ponpes yang merupakan tanah wakaf.

Sedangkan persoalan ini sudah dilakukan mediasi dan pertemuan beberapa kali antara pihak ponpes dengan masyarakat.

Kemudian atas adanya aksi perusakan itu, pihak pengurus ponpes melaporkan kasus itu ke Polres Lombok Timur, karena dianggap sudah mengganggu stabilitas. "Saya melaporkan ini karena sudah merusak dan tidak dibenarkan, sehingga pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti," kata korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Subana
Subana
19 Feb 2026, 10:40 WIB.

Tanah wakafnya di akad untuk fungsi apa & ada penyimpangan fungsi tidak (?) Kalau didirikan dapur untuk kepentingan LAIN, itu sudah SALAH, tapi dibenarkan oleh yg "berkepentingan". Berhati-hatilah dalam menentukan DAN Menyikapi
satu perkara. Amanah akan dituntut di akhirat.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tumpukan sampah di Sungai Kalibaru Bogor

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Tumpukan sampah di Sungai K...
Ekonomi
BPOM temukan jutaan kosmeti...
Luar Negeri
Mendagri Pakistan Kinjungi ...
Ekonomi
Jasa Marga catatkan laba be...

Siswa belajar di tenda darurat

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Siswa belajar di tenda darurat
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.