Waspada! 15 Titik Rip Current Terdeteksi di Pantai Parangtritis hingga Depok

Senin, 16 Feb 2026, 17:55 WIB

Tim SAR Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta telah melakukan pemetaan dan mendeteksi setidaknya ada 15 titik rip current di kawasan Pantai Parangtritis ke barat hingga wilayah Pantai Depok.

Sekretaris SAR Parangtritis Rodhiva Wahyu Widho Santosa di Bantul, Senin, mengatakan, secara umum ketinggian gelombang pantai selatan bertepatan dengan tradisi 'padusan' atau sehari menjelang bulan puasa 2026 dalam kondisi normal atau landai.

Ket. Foto: Wisatawan berkunjung ke Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. — Sumber: Antara Foto

"Memang kondisinya normal, dengan ketinggian gelombang dua hingga tiga meter, namun lokasi berbahaya atau rip current yang sudah kita petakan dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok itu sekitar 15 hingga 20 rip current," katanya.

Dia mengatakan, oleh karena itu, wisatawan atau pengunjung Pantai Parangtritis dan Depok hendaknya mewaspadai potensi bahaya jika bermain air atau mandi di sekitar rip current, agar terhindar dari kondisi yang membahayakan keselamatan dirinya.

"Yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan apabila ada lonjakan kunjungan ke pantai itu sekitar delapan sampai 10 rip current, tapi kalau pengunjung tidak terlalu banyak, sekitar delapan rip current yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan," katanya.

Dia mengatakan, lokasi berbahaya untuk bermain air di pantai current tipe di Pantai Parangtritis selalu berubah-ubah baik bentuk, kedalaman, lokasinya kemudian jumlahnya, karena sangat dipengaruhi faktor alam dari pantai itu sendiri.

"Karena memang di pantai kontur bawahnya pasir yang mana pasir sendiri dapat dengan mudah dipindahkan oleh pergerakan air laut. Jadi semakin banyak jumlah pengunjung, maka potensi wisatawan yang mendekati rip current juga lebih banyak," katanya.

Dia juga mengatakan, titik rip current yang berpotensi menyebabkan kecelakaan laut karena terseret arus bawah laut tersebut sesuai pemetaannya sebagian diantaranya berada di selatan pintu masuk kawasan Pantai Parangtritis, sehingga potensi bahaya juga tinggi.

"Saat ini rambu rambu memang tidak bisa pasang di semua titik rip current karena keterbatasan jumlah rambu rambu. Namun kita pastikan saat padusan, personel kami selalu stand by di tepian pantai yang depannya ada rip current." 

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.