Jelang HBKN, Pemerintah Haris Perkuat Pengawasan Distribusi Pangan

Senin, 16 Feb 2026, 00:00 WIB

Lonjakan permintaan membuka ruang spekulan memainkan pasokan dan harga, sehingga tanpa pengawasan tegas, pasar mudah disandera kepentingan segelintir pihak sementara masyarakat dipaksa menanggung beban.

JAKARTA – Pemerintah bersama aparat menegaskan sikap tegas terhadap praktik dagang yang merugikan masyarakat, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ketika permintaan melonjak tajam. Dalam situasi seperti ini, spekulan kerap bermain di celah distribusi seperti dengan menahan pasokan, mengerek harga, atau menciptakan kelangkaan semu demi keuntungan cepat.

Ket. Foto: Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik dagang yang merugikan masyarakat. — Sumber: istimewa

Karena itu, pengawasan ketat pemerintah menjadi krusial untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli. Sebab, pasar harus berjalan sehat, dan momentum keagamaan tidak boleh dijadikan ladang spekulasi yang membebani masyarakat.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi praktik dagang yang merugikan masyarakat. Dia memastikan Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan bersama Satgas Pangan Polri siap mengambil langkah tegas, termasuk pencabutan izin, jika ditemukan permainan harga.

“Melalui sinergi hulu–hilir, percepatan distribusi dari sentra produksi, dan pengawasan ketat, pemerintah optimistis harga cabai rawit merah segera kembali stabil sesuai kondisi pasokan riil di lapangan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (15/2).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) milik Bank Indonesia (BI) per Minggu (15/2), mayoritas harga pangan mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Daging ayam naik 1,22 persen menjadi 41.500 rupiah/ kilogram (kg), bawang merah naik 2,3 persen ke 44.350 rupiah/ kg, dan bawang putih meningkat 1,48 persen menjadi 40.050 rupiah/ kg.

Seluruh kategori beras, dari kualitas bawah hingga super, juga terkerek tipis. Pada komoditas cabai, cabai merah besar naik 5 persen dan cabai merah keriting melonjak 7,19 persen, sementara cabai rawit hijau justru turun 0,65 persen. Secara umum, data ini mencerminkan tekanan harga pangan yang mulai terasa, terutama pada komoditas hortikultura.

Merespons gejolak harga cabai rawit merah, Bapanas menggelar rapat koordinasi daring bersama petani dari Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan, pedagang di DKI Jakarta, serta instansi terkait. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan stabilisasi cabai harus dilakukan dari hulu ke hilir dengan mempercepat distribusi dari sentra panen ke wilayah konsumsi utama agar lonjakan harga bisa ditekan.

Pemerintah juga menyiapkan fasilitasi distribusi dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Barat menuju Pasar Induk Kramat Jati untuk menurunkan biaya logistik dan memperkecil disparitas harga.

Sinergi Antardaerah

Perwakilan petani dan pedagang mendukung langkah pemerintah menjaga stabilitas cabai melalui fasilitasi distribusi pangan (FDP) dan kerja sama antardaerah. Ketua Champion Petani Cabai Lombok Timur, Subhan menilai dukungan Bapanas penting untuk memastikan pasokan terjaga dan harga lebih terkendali.

Suyono dari Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) memprediksi harga cabai rawit merah akan turun bertahap pasca Imlek seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra Jawa Timur, meski curah hujan masih memengaruhi proses panen.

Di sisi hilir, Guntur, pedagang di Pasar Induk Kramat Jati siap menyerap pasokan dari berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan, untuk memperkuat ketersediaan dan menekan harga. Dia pun optimis harga cabai dalam beberapa hari ke depan akan melandai seiring bertambahnya pasokan dari daerah sentra produksi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.