Soal Utang Kereta Cepat, Menkeu Purbaya Mengaku Belum Bahas dengan Istana
Jumat, 13 Feb 2026, 09:25 WIBJAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum membahas lebih lanjut perihal penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan pihak Istana Negara.
âNanti, saya belum dipanggil untuk masalah itu,â kata Purbaya kepada wartawan usai kegiatan Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (13/20.
Menurut Purbaya, pembahasan terakhir mengenai restrukturisasi keuangan KCIC masih menggunakan skema 50:50, sehingga tak semua beban utang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, Menkeu bakal memastikan kelanjutan dari rencana penyelesaian utang proyek Kereta Cepat JakartaâBandung itu seusai menerima panggilan dari Istana.
âSeingat saya sih masih 50:50. Ini belum diajak ke sana,â tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut sumber pembayaran utang pembangunan Whoosh berasal dari APBN. Hal itu ia sampaikan usai Konferensi Pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2).
Mensesneg menjelaskan pembahasan itu masih dalam tahap finalisasi. Proses negosiasi dan pembicaraan teknis soal mekanisme pembayaran dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang kereta cepat Whoosh JakartaâBandung ââââââ, termasuk detil yang terkait dengan angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.
Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam.
Masalah penyelesaian utang proyek Kereta Cepat JakartaâBandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan upaya restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh masih membutuhkan proses dan waktu.
Pemerintah, kata dia, juga mengkaji pembentukan komite nasional kereta cepat untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam pengelolaan proyek tersebut.
- Utang Kereta Cepat Whoosh
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
1.000 Pasukan Turun ke Waduk Ria Rio, Alarm untuk Jaga Jakarta dari Banjir
-
Insiden Rinjani jadi momentum pembenahan Basarnas
-
Soroti Utang Kereta Cepat, Anggota DPR Desak Pemerintah Evaluasi Total Proyek Whoosh
-
Kandidat Juara dan Kuda Hitam di Tour de France 2025
-
Tiongkok Siap Restrukturisasi Utang KCIC, Tekankan Manfaat Kereta Cepat Whoosh Bagi Indonesia
-
Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Tertinggi Kesehatan Hewan Asia Pasifik
-
KA Khusus Petani dan Pedagang Diresmikan, Roda Ekonomi Lebak Kian Kencang Berputar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.