Kandidat Juara dan Kuda Hitam di Tour de France 2025

Selasa, 01 Jul 2025, 09:00 WIB

PARIS, PRANCIS – Tour de France 2025 siap digelar mulai Sabtu (5/7) dari Lille dengan barisan peserta bertabur bintang dalam salah satu edisi paling dinanti dalam beberapa tahun terakhir. Selama 21 hari, para pembalap terbaik dunia akan melintasi jalur pegunungan, etape datar, dan waktu tempuh individual untuk memperebutkan jaket kuning yang bergengsi.

Berikut adalah profil para kandidat juara dan kuda hitam:

Ket. Foto: Ilustrasi peleton pembalap sepeda Tour de France. — Sumber: AFP

Tadej Pogacar (Slovenia/UAE Team Emirates)

Juara bertahan dan pemenang triple crown tahun 2024 (Tour, Giro, dan Kejuaraan Dunia), Pogacar tetap menjadi favorit utama. Dikenal sebagai pembalap serba bisa dengan stamina luar biasa, naluri balap agresif, dan teknik menanjak tak terbendung, ia telah meraih tiga gelar Tour de France (2020, 2021, 2024). Dengan kontrak senilai 50 juta euro selama enam tahun, ia membawa perpaduan percaya diri dan kerendahan hati ke balapan ini. Jika tak terkendala cedera, sulit membayangkan pembalap lain bisa menjegalnya.

Jonas Vingegaard (Denmark/Visma-Lease a Bike)

Pesaing terberat Pogacar dalam beberapa musim terakhir, Vingegaard telah mengalahkannya dua kali (2022 dan 2023). Setelah kecelakaan hebat di Tour of the Basque Country tahun lalu, ia mengejutkan banyak pihak dengan finis kedua di Tour 2024. Dikenal karena kecermatan taktik, kemampuan menanjak dan menurun yang unggul, serta ketahanan luar biasa dalam cuaca ekstrem, “si kecil dari Denmark” kini menjadi ujung tombak Visma yang dipenuhi pendaki kelas dunia.

Remco Evenepoel (Belgia/Soudal Quick-Step)

Setelah meraih medali emas di nomor jalan raya dan time trial di Olimpiade Paris, Remco semakin membuktikan statusnya sebagai fenomena balap sepeda modern. Ia dikenal dengan akselerasi tajam dan daya tahan untuk menyerang dari jarak jauh. Meskipun timnya belum sepenuhnya berfokus pada Grand Tour, Evenepoel tetap menjadi ancaman serius, apalagi setelah finis ketiga dan meraih jersey putih tahun lalu.

Primoz Roglic (Slovenia/Red Bull-Bora-Hansgrohe)

Di usia 35 tahun, Roglic kehabisan waktu untuk melengkapi koleksi Grand Tour-nya dengan gelar Tour de France. Trauma kekalahan pahit di etape terakhir Tour 2020 masih membayangi. Namun, pemenang empat kali Vuelta dan satu Giro ini kini mendapat dukungan penuh dari tim barunya, Red Bull-Bora. Jika bisa menghindari cedera dan insiden, Roglic punya kekuatan dan pengalaman untuk mengubah nasibnya di Prancis.

Kuda Hitam

Tour de France dikenal dengan kejutan—Egan Bernal (2019), Pogacar (2020), dan Vingegaard (2022) semuanya meraih kemenangan tak terduga. Di edisi 2025, sejumlah pembalap siap mengguncang dominasi Pogacar dan Vingegaard:

Adam dan Simon Yates: Keduanya menjadi pelapis kuat bagi pemimpin tim utama. Simon telah menjuarai Giro dan Vuelta, sedangkan Adam dikenal sebagai pendaki konsisten.

Carlos Rodriguez (Spanyol/Ineos Grenadiers): Pembalap muda ini jadi tumpuan Ineos dalam memburu kejayaan yang telah lama redup.

Mattias Skjelmose (Denmark/Lidl-Trek): Serba bisa dan tangguh dalam segala medan, ia berpeluang mengejutkan di etape panjang.

Lenny Martinez (Prancis/Bahrain Victorious): Harapan besar Prancis untuk mengakhiri puasa gelar sejak Bernard Hinault pada tahun 1985. Pendaki mungil ini dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing di klasemen umum.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.