- Home
-
- Megapolitan
-
- Optimalkan Tempat Ibadah B...
Optimalkan Tempat Ibadah Buat Sosek
Jumat, 13 Feb 2026, 03:42 WIBBEKASI â Tempat-tempat ibadah di Bekasi hendaknya dimaksimalkan juga untuk pengembangan sosial ekonomi (sosek) warga. âJadi jangan hanya sebagai tempat sembahyang,â jelas Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Akmal Malik, di Bekasi, Kamis.
âPemberdayaan rumah ibadah penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat,â ujar ÂAkmal.
Pernyataan itu disampaikan Akmal dalam pembukaan Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Bekasi.Â
Akmal menjelaskan rumah ibadah memiliki potensi besar menjadi ruang perjumpaan lintas umat yang produktif. Ia menyayangkan bahwa konflik yang kerap muncul dan dikeluhkan umat beragama dipicu oleh persoalan seputar pendirian rumah ibadah. Â
âEksistensi rumah ibadah tidak seharusnya menjadi sumber konflik. Kalau fungsi spiritual, sosial, dan ekonomi rumah ibadah berjalan baik, maka tidak akan ada pertentangan,â jelasnya. Â
Temuan di lapangan, kata dia, banyak rumah ibadah belum menjalankan fungsi sosial secara optimal. Tempat ibadah seharusnya menjadi pusat pelayanan sosial yang terbuka bagi semua, bukan sekadar tempat ibadah eksklusif. Â
âKita sering bicara soal kerukunan, tapi fasilitas sederhana seperti toilet umum saja masih sulit ditemukan di banyak daerah,â ujar Akmal.
Akmal menambahkan rumah ibadah dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi berbasis komunitas, seperti pengelolaan lahan produktif, pelatihan kewirausahaan, hingga program sosial yang berdampak pada kesejahteraan warga Âsekitar.
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Adib Abdushomad mengungkapkan pemberdayaan rumah ibadah menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama tahun 2026. âSalah satu ide yang sejalan dengan program Asta Prioritas Bapak Menteri adalah rumah ibadah bisa digunakan untuk penguatan ekonomi,â ujar Adib.
Ia mencontohkan sejumlah rumah ibadah sudah mulai menerapkan model kemandirian, seperti pengelolaan kebun, greenhouse, hingga pemanfaatan ruang ibadah untuk kegiatan sosial Âkemasyarakatan.
Gagasan ini, kata Adib, juga sejalan dengan semangat kerukunan lintas agama melalui ruang perjumpaan, dialog, dan kerja sama antarumat. Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Akan Bentuk UU untuk Atur Pelestarian Ondel-ondel
-
Rumah ibadah terdampak bencana siap digunakan saat Ramadhan
-
Usai Juara di India, Aldila Sutjiadi Liburan Dulu, Lanjut Fokus ke SEA Games
-
Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis bagi Bumil oleh Pemkab Magetan
-
Resmikan Gereja HKI Tanjung Priok, Gubernur Pramono Tegas Soal Rumah Ibadah: "Kalau Syarat Lengkap, Tidak Boleh Ada yang Dipersulit!"
-
Veda dan Ramadhipa Bakal Geber Red Bull Rookies Cup, Ini Jadwalnya
-
Wamendag: Tarif Impor AS 32 Persen ke Indonesia Masih Proses Negosiasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.