Lai Ching-te: Jika Tiongkok Kuasai Taiwan, Negara Lain bisa Jadi Target

Jumat, 13 Feb 2026, 06:35 WIB

TOKYO, JEPANG - Pemimpin Taiwan Lai Ching-te dalam sebuah wawancara dengan media Prancis baru-baru ini memperingatkan bahwa jika Tiongkok daratan mengambil alih Taiwan, maka Jepang, Filipina, dan negara lainnya di kawasan bisa menjadi target selanjutnya.

"Ambisi ekspansionis Tiongkok tidak akan berhenti di situ," kata Lai dalam wawancara dengan kantor berita AFP pekan ini, menambahkan bahwa Jepang dan Filipina bakal "terancam", demikian menurut kantor pemimpin itu.

Ket. Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian. — Sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Menanggapi pernyataan Lai, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian mengecam pemimpin Taiwan tersebut sebagai "pengusik perdamaian, penyebab krisis, dan penghasut perang".

Saat konferensi pers di Beijing, Kamis (12/2), sang jubir mengatakan, Lai Ching-te tidak dapat mengubah fakta sejarah dan hukum bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah Tiongkok.

"Mencari kemerdekaan dengan mengandalkan kekuatan asing dan menggunakan cara militer untuk menolak reunifikasi ibarat seekor semut yang sedang berupaya mengguncang pohon. Pasti akan gagal," kata jubir.

Beijing terus menekan Taiwan yang memiliki pemerintahannya sendiri, yang dipandang sebagai provinsi pemberontak yang harus dibawa ke dalam pangkuan Tiongkok, jika perlu dengan kekerasan.

Disebutkan bahwa Tiongkok juga menargetkan Jepang di tengah perselisihan diplomatik, setelah merasa geram dengan pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen pada November lalu yang mengisyaratkan bahwa serangan terhadap Taiwan berpotensi memicu respons dari pasukan pertahanan Jepang.

Tiongkok dan Filipina juga terlibat dalam sengketa teritorial di Laut Tiongkok Selatan, dengan beberapa kali terjadi bentrokan antara kapal-kapal dari kedua negara. Ant/Sumber: Kyodo

  • Invasi Taiwan

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.